Sebelumnya
“Banyak warga negara yang telah memilih SPD karena mereka ingin ada perubahan dalam pemerintahan. Juga karena mereka ingin kanselir berikutnya harus bernama Olaf Scholz,” ujarnya.
Karier Scholz (63) di pemerintahan sudah terpampang nyata. Ia adalah wakil kanselir sekaligus menteri keuangan sejak 2018. SPD juga telah memulai pembicaraan dengan beberapa parpol lainnya. Sejauh ini, SPD berencana mendekati Partai Hijau dan FDP untuk bergabung dengan koalisi, demi mengamankan mayoritas suara di parlemen.
Baca juga : Azis Syamsuddin Bungkam
Namun suasana muram menyelimuti kubu CDU dan ketuanya, Armin Laschet. Dua hari menjelang pemungutan suara, Merkel mengungkapkan dukungannya pada Laschet untuk menjadi penerus jabatan kanselir. Namun, pengumuman itu dinilai telat karena banyak pemilih sudah mengirim suara suara lewat pos.
Laschet mengatakan, hasil pemungutan suara sama sekali di luar perkiraan kubunya. “Kami jelas tidak senang dengan hasil ini,” yakinnya.
Baca juga : Partainya Merkel Masih Berjuang Cari Dukungan
Namun ia mengisyaratkan bloknya belum menyerah. “Kemenangan itu tidak selalu menjadikan partai pemenang pertama yang menunjuk kanselir,” kata Laschet (60). “Saya ingin pemerintahan yang setiap mitra terlibat, dan semua orang terlihat. Bukan hanya kanselir yang bersinar,” katanya, dalam upaya untuk merayu partai-partai kecil. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.