BREAKING NEWS
 

Protes Aktivitas Kapal di Lepas Pantai Sabah Dan Sarawak, Kemenlu Malaysia Panggil Dubes China

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Selasa, 5 Oktober 2021 06:50 WIB
Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Malaysia memanggil Duta Besar China untuk negara tersebut, demi menyampaikan posisi dan protes Malaysia terhadap keberadaan dan aktivitas kapal-kapal China - termasuk kapal survei - di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaysia di lepas pantai Sabah dan Sarawak, Senin (4/10).

Dalam pernyataan resmi bertanggal 4 Oktober 2021, Malaysia menyebut kehadiran dan aktivitas kapal-kapal ini menyalahi Undang-Undang Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia 1984. Serta Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa 1982 tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Baca juga : Aktivitas Publik Di Masa PPKM Butuh Dukung Semua Elemen Bangsa

"Sikap dan tindakan Malaysia yang konsisten ini didasarkan pada hukum internasional untuk membela negara, serta kedaulatan dan hak berdaulat di perairan nasional," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Adsense

Kemenlu Malaysia menekankan, dalam menentukan posisi dan tindakan terkait dengan masalah Laut China Selatan yang kompleks dan melibatkan hubungan antar negara, kepentingan nasional akan tetap menjadi yang terpenting.

Baca juga : Pelancong Dari Saudi Dan Malaysia Paling Banyak Positif Corona

"Semua hal yang berkaitan dengan Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai dan konstruktif. Sesuai prinsip-prinsip hukum internasional yang diakui secara universal, termasuk UNCLOS 1982," pungkas pernyataan tersebut.

Faktanya, sejumlah negara di Asia Tenggara memang memiliki perairan yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan. Sehingga, kerap muncul gesekan dengan Negeri Tirai Bambu, terkait Laut China Selatan.

Baca juga : Terinfeksi Varian Kolombia, 7 Lansia Di Panti Jompo Belgia Meninggal Dunia

Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Vietnam, Indonesia menolak klaim China atas 90 persen wilayah Laut China Selatan.

Laut China Selatan memiliki potensi strategis dan menjadi rebutan, karena sepertiga kapal di dunia melintasi wilayah laut yang disebut memiliki cadangan energi yang sangat besar. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense