BREAKING NEWS
 

Pesona Batik Indonesia Semarakkan Museum Di Moskow

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 6 Oktober 2021 21:05 WIB
Dubes Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Tavares (kanan) beserta istri (kiri) di acara penutupan pameran batik, di All-Russian Decorative Art Museum di Moskow pada Minggu (3/10). (Foto: KBRI Moskow)

 Sebelumnya 
Turut hadir dalam final tour adalah Nina Nostrum, selaku kurator kreatif museum, dan Anastasia Marakhina, selaku tutor workshop membatik.

“Saat ini saya sedang belajar untuk membatik sehingga pameran ini tidak boleh dilewatkan. Saya berharap dapat memperkaya wawasan saya tentang motif, warna dan jenis batik Indonesia”, ujar Valeria Savina, seorang mahasiswi Rusia asal Saint Petersburg yang berjarak 750 km dari Moskow atau 7 jam perjalanan melalui jalur darat.

“Saya dua kali datang ke pameran batik ini. Segala sesuatu tentang batik Indonesia sangat berkesan, mulai dari proses pembuatan hingga filosofi yang terkandung pada setiap motif batik Indonesia”, ujar Mashikwane Rebecca Mohuba, istri seorang diplomat senior di Kedutaan Besar Afrika Selatan di Moskow, yang menghadiri resepsi sebagai perwakilan International Women’s Club (IWC) Moscow.

Adsense

IWC Moscow adalah asosasi wanita ekspatriat terbesar di Moskow dan saat ini memiliki anggota yang berasal dari 110 negara. Apresiasi juga datang dari jurnalis yang hadir.

"Saya sudah pernah mengetahui tentang batik Indonesia, tetapi baru kali ini melihat secara langsung keragaman warna, motif dan proses pembuatan batik Indonesia. Semuanya unik dan sangat mengagumkan", ujar Muhammad Khaled, jurnalis Russia Today (Arabic).

Baca juga : KSP Indosurya Tetap Jalankan Putusan Homologasi Di Masa Pandemi

Resepsi ini dihadiri oleh tamu undangan dari beragam kalangan, seperti Duta Besar (Kolombia dan Montenegro), Presiden IWC Moscow yang merupakan istri Duta Besar Yordania untuk Rusia, anggota IWC Moscow, Dharma Wanita Persatuan KBRI Moskow, museum, galeri seni, media, akademisi, seniman, pengusaha, komunitas pencinta seni, Indonesianis dan diaspora Indonesia. All-Russian Decorative Art Museum mencatat sebanyak kehadiran 3.925 pengunjung sepanjang masa pelaksanaan pameran “Pesona Batik Indonesia”.

Sebelumnya, setiap Sabtu selama bulan September 2021, diadakan pula workshop “Ayo Membatik” oleh KBRI Moskow di museum yang sama. Workshop membatik terdiri dari dua kelas yaitu membatik klasik di atas medium kain dan membatik kontemporer dengan melukis motif batik di atas kayu.

Sebanyak 52 warga Rusia dan peserta internasional lainnya mengikuti workshop yang difasilitasi dua orang tutor warga Rusia yang merupakan alumni penerima beasiswa Darmasiswa Republik Indonesia dan sempat mempelajari batik di salah satu universitas di Indonesia.

“Batik Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri saya saat ini. Saya belajar dan semakin mencintai batik Indonesia. Sekarang ini, saya telah dikenal di Moskow sebagai guru batik Indonesia”, ungkap Anastasia Marakhina, seniman yang menjadi tutor untuk kelas workshop membatik klasik di atas medium kain.

Tutor lainnya adalah seorang pelukis Rusia, Vladimir Kirichenko, yang memberikan workshop membatik kontemporer dengan melukis motif batik di atas kayu.

Baca juga : Bamsoet Dorong Indonesia Jadi Rumah Wayang Dunia

“Saya senang sekali dapat memperkenalkan batik Indonesia yang kaya akan motif dan cerita. Secara pribadi, saya sangat menyukai motif Kawung karena memiliki keindahan dalam lapisan warna dan simetri bentuk”, ujar Vladimir. Antusias dan kepuasan para peserta workshop tercermin dalam kesan yang mereka sampaikan.

“Keseluruhan proses membatik dengan menggunakan canting dan lilin ternyata sangat menyenangkan sekalipun membutuhkan kesabaran. Saya sekarang memahami mengapa sehelai kain batik tulis memiliki harga yang tinggi di pasaran”, ungkap Galina Edi, warga Rusia pencinta seni yang menjadi peserta workshop membatik.

 

 

Hal senada juga diutarakan Marina Norkus, warga Rusia yang berprofesi sebagai pengajar taman kanak-kanak. “Saya suka melukis. Buat saya belajar membatik adalah hal yang menarik dan sangat berbeda dengan melukis secara konvensional. Melukis dengan menggunakan canting dan lilin panas membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi. Saya membayangkan berapa waktu yang dibutuhkan untuk melukis sehelai kain batik”, pungkas Marina.

Baca juga : RDMP Balikpapan Gesit Kembangkan Terminal Lawe-Lawe

“Saya mengetahui batik Indonesia hanya dari informasi di internet. Saya mengikuti workshop, karena penasaran dengan cara membatik. Ternyata proses membatik tidak mudah, tetapi menantang. Setiap goresan dan garis dalam membatik ternyata mempunyai arti sendiri dan saya belajar banyak hal baru”, ujar Irina Makrushina, seorang ibu rumah tangga, yang hadir bersama sang putera, Roman Lagashin (11 tahun).

“Mengikuti workshop membatik ini merupakan salah satu hari terbaik saya. Berbagai informasi baru tentang Indonesia dan batik Indonesia yang indah saya dapatkan dalam workshop ini. Saya berharap memiliki baju batik yang bagus suatu saat nanti”, ungkap Roman.[DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense