BREAKING NEWS
 

Temui Bos INSA, Dubes Sujatmiko Bahas Konektivitas Laut Indonesia-Brunei

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 10 November 2021 00:20 WIB
Dubes RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko (kedua kiri) bertemu dengan Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto (kedua kanan). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka mendorong peningkatan konektivitas laut Indonesia-Brunei, Dubes RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko bertemu dengan Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto beserta jajarannya di Jakarta, Selasa (9/11).

"Perdagangan bilateral Indonesia dan Brunei tercatat terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Bahkan dalam masa pandemi pun, ekspor Indonesia ke Brunei tercatat naik,” ujar Sujatmiko dalam paparannya.

Untuk meningkatkan nilai kompetitif produk Indonesia, kata dia perlu adanya pelayaran langsung. “Untuk komoditas consumer goods saja, sekitar 200 kontainer (Twenty Foot Equivalent Units/TEUs) produk Indonesia masuk ke Brunei Darussalam setiap bulannya,” ujarnya.

Baca juga : Dubes Heri Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Meskipun pasarnya tidak berskala besar, Brunei memiliki potensi untuk akses pasar produk Indonesia. Selain produk consumer goods tersebut, komoditas potensial lainnya yaitu batu bara, kendaraan dan suku cadangnya, produk pertanian, pakan ternak, dan bahan konstruksi.

Adsense

Sujatmiko juga mengatakan, Brunei ingin menjadikan Pelabuhan Muara sebagai hub internasional khususnya untuk jalur ke China.

Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto mengapresiasi, upaya Sujatmiko yang ingin merealisasikan pelayaran langsung ke Brunei. Tantangannya antara lain mencakup keterbatasan angkutan kargo pada jalur kapal kembali, sehingga perlu terus dijajaki opsi-opsi jalur pelayaran dan menggali berbagai potensi yang menguntungkan.

Baca juga : Jokowi Apresiasi Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Prancis

INSA juga membahas berbagai hal teknis untuk persiapan perusahaan perkapalan yang harus memenuhi persyaratan IMO untuk jalur pelayaran internasional, seperti tersedianya Ballast Water Management System. Untuk itu, disarankan penjajakan kerja sama dilaksanakan melalui mekanisme BIMP-EAGA atau bilateral.

Anggota INSA menyampaikan ketertarikan atas kerja sama dalam hal jasa pelayaran komoditas berbentuk cairan, seperti sektor migas, CPO, dan sebagainya. Selain itu, juga diperoleh informasi jasa kargo pengangkutan batu bara untuk industri migas Brunei. [DIT]

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense