Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Semua perintah Tuhan di dalam pelaksanaan ibadah haji mempunyai makna dan hikmah lebih dalam. Pelemparan jumrah atau jamarat adalah salah satu ritual penting dalam ibadah haji yang harus dilakukan jamaah haji. Ritual ini dilakukan dengan melemparkan batu kecil ke tiga tiang atau dinding (jumrah) yang terletak di Mina, dekat Mekah.
Ritual ini memiliki makna yang dalam dan simbolis. Di antara hikmah pelemparan jamarat ialah untuk meneladani tindakan Nabi Ibrahim AS saat ia digoda oleh setan ketika hendak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih putranya, Ismail AS.
Baca juga : Rahasia Melempar Jamarat (1)
Setan mencoba menghalangi Nabi Ibrahim di tiga tempat, dan setiap kali setan muncul, Nabi Ibrahim melemparkan batu untuk mengusirnya. Dengan melakukan pelemparan jumrah, jamaah haji meneladani keteguhan iman dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah.
Syari’ah pelemparan jumrah melambangkan perlawanan terhadap godaan setan dan segala bentuk kejahatan. Ini merupakan simbol bahwa umat Islam bertekad untuk menjauhkan diri dari godaan dan dosa, serta berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah dengan penuh ketaatan.
Baca juga : Di Balik Keheningan Malam Muzdalifah
Di samping itu, ritual pelemparan Jamarat juga merupakan simbol pembersihan diri dari sifat-sifat buruk dan dosa. Dengan melemparkan batu, jamaah haji diingatkan untuk meninggalkan sifat-sifat negatif seperti kesombongan, iri hati, dan kebencian, serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih taat kepada Allah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.