Dark/Light Mode

Teosofi Haji (46)

Rahasia Melempar Jamarat (1)

Sabtu, 13 Juli 2024 05:31 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu yang harus dilakukan jamaah haji ialah melempar jamarat, yakni melempar secara beraturan tiga tempat di Mina. Yang paling pertama harus dilempar ialah jama­rat Ula, lalu disusul jamarat tsani, dan jamarat tsulatsi.

Cara melem­parkan dan jumlah pelemparannya diatur dengan mencontoh Nabi kita Muhammad SAW. Masing-masing lemparan berjumlah tujuh kali, jadi kita harus mempersiapkan minimun 21 batu-batu kecil yang sebelumnya dipungut di Muzdalifa ketika setiap haji diharuskan untuk beristirahat di kawasan Muzdalifa sambil memanfaatkan situasi itu untuk mengumpul­kan batu-batu kecil untuk melempar obyek-obyek yang telah ditentukan oleh Syari’ah.

Baca juga : Di Balik Keheningan Malam Muzdalifah

Melempar jamarat sesungguhnya juga sarat dengan makna simbolik. Kenyataannya yang dilempar ialah tembok yang berdiri tegak, sebuah ilustrasi mengikuti apa yang telah dilakukan oleh salah seorang Nabi Allah SWT, Nabi Ibrahim.

Ketika ia beru­saha memotong urat leher anaknya, setan terus datang menggoda dirinya dan isteri serta anaknya agar jangan melakukan hal yang serupa. Akan tetapi ayah, isteri, dan anak semata wayang sama-sama menyatakan ketegarannya, untuk menolak provo­kasi Iblis. Mereka berkeyakinan tidak mungkin Tuhan memperlakukan seperti itu, mengingat kepasrahannya secara total sudah dapat di serahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga : Makna Spiritual Wukuf Di Arafah

Melempar jamarat adalah simbolik dari tindakan Nabi Ibrahim yang mengusir setan ketika setan mencoba menghalangi beliau dari melak­sanakan perintah Allah.

Tindakan ini melambangkan perlawanan terhadap godaan dan dosa. Melempar jamarat adalah bentuk ujian ketaatan dan kepatuhan seorang haji terhadap perintah Allah. Ini sebagi bentuk kenangan yang pernah dilakukan oleh Nabi kita Nabi Ibrahim AS.

Baca juga : Makna Spiritual Di Balik Maqam Ibrahim (2)

Dalam lintasan sejarah tradisi Islam, melempar jamarat diper­caya dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah dilakukan di tanah air. Semua itu dilakukan karena sedemikian dahsyat penderitaan yang akan dirasakan nanti di hari kiamat. Ini juga merupakan tanda keimanan dan ketakwaan seorang muslim, yang siap berjuang melawan segala bentuk kejahatan dan godaan setan dalam kehidupannya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.