Dark/Light Mode

Teosofi Haji (41)

Makna Spiritual Di Balik Hijir Ismail

Senin, 8 Juli 2024 05:38 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Hijir Ismail yang biasa juga disebut Hatim adalah area setengah lingkaran di sebelah utara Ka'bah yang memiliki makna dan keutamaan istimewa dalam tradisi Islam. Ibn Arabi, seorang sufi dan teolog terkemuka dari abad ke-12 dan ke-13, memiliki pandangan yang mendalam tentang banyak aspek spiritual dalam Islam, termasuk Hijir Ismail.

Menurut Ibn Arabi, Hijir Ismail memiliki beberapa rahasia dan makna spiritual yang mendalam, antara lain tempat turunnya berkah.

Baca juga : Makna Spiritual Di Balik Hajar Aswad

Ia menyatakan bahwa Hijir Ismail adalah tempat di mana berkah Ilahi turun dengan melimpah. Ia melihat tempat ini sebagai salah satu pusat energi spiritual yang kuat, di mana doa-doa lebih mudah diterima dan di mana keberkahan dapat diperoleh oleh mereka yang beribadah di sana.

Di atas Hijir Ismail terdapat talang air yang konon terbuat dari emas, tempat untuk mengalirkan air hujan yang jatuh di atas Ka'bah.

Baca juga : Makna Spiritual Ka`bah (2)

Hijir Ismail dihubungkan dengan nama Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim. Kita perlu mengenang tempat ini sebagai simbol ketaatan dan pengorbanan Nabi Ismail dan Hajar, ibunya, yang merupakan bagian integral dari sejarah dan makna spiritual Ka'bah. Tempat ini dianggap sebagai tempat penguburan Hajar dan Ismail oleh beberapa tradisi, meskipun hal ini tidak dikonfirmasi secara eksplisit dalam teks-teks utama Islam.

Meskipun Hajar latar belakangnya sebagai seorang pembantu kemudian menjadi isteri kedua Nabi Ibrahim yang kemudian melahirkan Nabi Ismail di kuburkan di tempat suci ini. Ini membuktikan bahwa di mata Tuhan siapapun bisa meraih martabat utama. Tidak gampang dimakamkan di tempat utama seperi di dalam Hajar Aswad.

Baca juga : Makna Spiritual Kabah (1)

Hijir Ismail juga dianggap sebagai simbol keteguhan iman dan keberanian dalam menghadapi ujian hidup.

Kisah Hajar yang mencari air untuk putranya Ismail dengan berlari antara Safa dan Marwah (yang kemudian menjadi ritual Sa'i dalam ibadah Haji) menunjukkan keteguhan dan kepercayaan yang mendalam kepada Allah. Hijir Ismail, sebagai bagian dari Ka'bah, menjadi tempat untuk mengingat dan merenungkan makna keteguhan iman tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.