Dark/Light Mode

Teosofi Haji (39)

Makna Spiritual Ka`bah (2)

Jumat, 5 Juli 2024 06:15 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran Ka’bah sebagai sa­lah satu media atau sarana pembersi­han dan penyucian diri terbukti tidak pernah surut, bahkan semakin hari semakin berkembang, sehingga OKI terpaksa harus menetapkan kuota setiap negara agar kota suci Mekkah dan Madinah mampu menampung tamu-tamu Allah SWT.

Setiap tahun semakin bertam­bah daftar tunggu di setiap negara. Beberapa kota di Sulsel terpaksa harus menunggu lebih dari 40 tahun menunggu giliran mereka untuk menunaikan ibadah haji. Calon jamaah haji di Lembaga Tabung Haji Malaysia harus menunggu sampai 150 tahun.

Baca juga : Makna Spiritual Kabah (1)

Ka’bah juga menjadi simbol pembebasan. Setiap orang akan mera­sakan kebebasan berekspresi melaku­kan pendekatan diri kepada Allah SWT. Setiap orang merasa mandiri me­miliki dirinya sendiri tanpa tekanan dan dominasi dari manapun. Mereka bisa merasakan kemerdekaan sejati menikmati thawaf, sa’yi, dan I’tikaf di masjid tanpa ada rasa subordinasi dari manapun juga.

Di depan Ka’bah semuanya sama dan setara di hadapan Allah SWT. Semuanya bebas men­gungkapkan keluhan dan harapannya kepada Allah SWT.

Baca juga : Detik-detik Kejatuhan Adam Dan Hawa Ke Bumi

Ka’bah sebagai cermin yang memantulkan kondisi kemanusiaan dan tantangan-tantangan yang dihadapi umat manusia. Dengan berziarah ke Ka’bah, maka umat Islam diingatkan akan tugas mereka untuk memper­baiki diri dan dunia di sekitar mereka.

Ka’bah sebagai lebih dari sekadar bangunan fisik. Ka’bah adalah pusat spiritual dan simbolis yang menyatukan umat Islam, mengingatkan mereka akan keesaan Allah, dan mendorong mereka untuk berjuang demi keadilan dan kesetaraan. Ka’bah betul-betul menjadi lambang dari per­jalanan spiritual, sejarah, dan sosial yang mendalam yang memiliki dam­pak revolusioner dalam kehidupan individu dan masyarakat.

Baca juga : Ada Apa Di Dalam Kabah?

Ibn Arabi, seorang sufi dan filsuf Muslim terkenal dari Andalusia, juga memiliki pandangan yang mendalam dan esoterik tentang Ka’bah. Dalam karya-karyanya, ia sering mengaitkan Ka’bah dengan simbolisme spiritual yang kaya.

Bagi Ibn Arabi Ka’bah adalah mani­festasi fisik dari konsep keesaan Tuhan. Ka’bah menjadi pusat grafi­tasi spiritual yang mengingatkan manusia akan Allah yang Esa. Ini adalah tempat di mana ketauhidan diwujudkan dalam bentuk fisik yang dapat dilihat dan dihadapi oleh umat Islam di seluruh dunia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.