BREAKING NEWS
 

Lima Hal Tentang Kolera Di Sudan

Rabu, 21 Agustus 2024 08:38 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Media massa memberitakan kematian akibat kolera di Sudan, yang mungkin sudah dapat diketagorikan menjadi semacam kejadian luar biasa. Ada lima hal tentang kejadian ini.

Pertama, keterangan resmi Kementerian Kesehatan Sudan pada 18 Agustus 2024 beberapa hari yang lalu menyebutkan bahwa setidaknya ada 22 kematian akibat Kolera dan lebih dari 350 pasien yang terkena sakit ini. Sayang tidak disebutkan dengan jelas kerangka waktunya, serta perbandingan dengan kerangka waktu yang sama sebelumnya, sehingga tidak terlalu jelas berapa besar persentasi kenaikannya.

Ke dua, data WHO sampai 28 Juli 2024 menyebutkan bahwa ada 78 kematian akibat kolera di Sudan tahun ini. Juga ada lebih dari 2.400 pasien kolera antara 1 Januari sampai 28 Juli 2024.

Baca juga : Lima Usulan StraNas AMR

Ke tiga, Sudan memang sedang menghadapi konflik di dalam negaranya, baik konflik politik maupun sosial yang tentu membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk tentu pelayanan kesehatan di dalam negara itu.

Tentu juga terjadi masalah besar dalam penyediaan makanan bersih, higiene dan sanitasi yang dapat saja berujung pada kejadian kolera sekarang ini, dan kalau fasilitas pelayanan kesehatan tidak memadai maka kasus dapat menjadi berat dan meninggal.

Adsense

Ke empat, kolera sebenarnya bukan barang baru untuk Sudan. Wabah yang besar sebelum ini terjadi antara lain di tahun 2017, dimana dalam waktu dua bulan saja terjadi lebih dari 700 kematian dan sekitar 22.000 pasien kolera di negara itu.

Baca juga : Lima Kemerdekaan Kesehatan

Ke lima, kita ketahui bahwa kolera adalah penyakit menular yang dapat memberat dengan cepat. Gejalanya adalah diare yang dapat berujung ke dehidrasi berat dan bukan pada keadaan tertentu tidak mungkin terjadi kematian dalam waktu beberapa jam saja, bila tidak diobati dengan baik.

Penyakit ini ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman yang tercemar bakteri Vibrio cholerae.

Untuk kita di Indonesia, terakhir pernah terjadi laporan kejadian luar biasa (KLB) terakhir kolera berlangsung di Papua, April - Agustus 2008. Kejadian di Kabupaten Paniai dan Kabupaten Nabire itu menelan sekitar 100 korban jiwa.

Baca juga : 7 Hal Tentang Kematian ABK di Kapal

Di tingkat dunia, pada tahun 2022 dilaporkan 472 697 kasus kolera dan 2.349 kematian dari 44 negara di dunia. Pada tahun 2017 sudan diluncurkan “Global strategy on cholera control, Ending cholera: a global roadmap to 2030”, dengan target menurunkan kematian sampai 90 persen.

Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense