BREAKING NEWS
 

Pelajaran Moral Politik Dari Ratu Balqis (1)

Senin, 23 September 2024 06:06 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Energi pemikiran bangsa Indonesia saat ini sedang tersedot di dalam dunia politik. Baru saja bangsa ini memilih Presiden dan Wakil Presiden, dan kini sedang disibukkan untuk memilih calon Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Salah satu isu yang sering menjadi wacana di dalam masyarakat ialah isu tentang moral politik. Sehubungan dengan ini, ada baiknya kita mengintip bagaimana Ratu Balqis yang dikenal di dalam Al-Qur’an sebagai pemilik kerajaan ideal (’arsyun ’adhim/Q.S. Al-Naml/27:23) dan pernah berhasil mewujudkan sebuah negara ideal yang diabadikan dengan istilah: Baldatun thayyibah wa Rabbun gafur/Q.S. Saba’/34:15).

Baca juga : Pelajaran Diplomasi Publik Dari Para Nabi

Ratu Balqis dikisahkan secara berulang di beberapa surah dalam Al-Qur’an. Keberadaan rangkaian kisah itu, tentu bukan hanya sebagai cerita pengantar tidur, tetapi di dalam cuplikan peristiwanya banyak hal yang menarik untuk dipelajari.

Ia sosok tokoh yang amat fenomenal di dalam Al-Qur’an. Satu-satunya orang yang pernah mendapat pengakuan dari Tuhan sebagai "pemilik pemerintahan super power" (laha 'arsyun 'adhim/27:23) dan negerinya dilukiskan dengan baldatun thayyibah wa Rabbun gafur atau negoro kang lohjinawi, toto tentrem kerto raharjo, ialah Ratu Balqis.

Baca juga : Pejabat Tidak Boleh Anti Kritik

Apa rahasia kesuksesan Ratu Balqis sampai diceritakan dengan dua surah dalam Al-Qur'an (al-Naml dan al-Anbiya’)? Mengapa ia mendapatkan pujian manajemen paling tinggi di dalam Al-Qur'an? Para nabi dan orang bijak lainnya tidak ada yang mendapatkan predikat seperti itu.

Nabi Sulaiman menjadi rival Ratu Balqis tidak mendapatkan predikat itu, padahal, ia mempunyai kemampuan untuk membangun koalisi dengan jin dan burung (27:17), kemampuan melakukan mobilitas dengan cepat, karena ia dapat ‘merekayasa angin’ (21:81), kemampuan untuk melakukan eksplorasi di dasar laut (21:82), kemampuan untuk berkomunikasi dengan hewan dan serangga (27:18), termasuk memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan setan (21:82). Padahal, Ratu Balqis seorang perempuan dan non-Islam karena ia masih menjadi penyembah matahari (27:24) saat itu.

Baca juga : Mengukur Tanggung Jawab Pemimpin

Ratu Balqis yang ditonjolkan di dalam Al-Qur'an ialah kemampuannya di dalam membangun etika politik di dalam memimpin masyarakat Saba'. Ia mempraktekkan prinsip-prinsip demokrasi yang santun, transparansi yang beradab, keadilan yang bertanggung jawab, kejujuran yang sejati, diplomasi yang agung, dan keteladanan yang tinggi.

Adsense

Sikap ini disambut dengan sikap santun oleh para pembesar dan rasa cinta dari masyarakat. Dalam beberapa sumber diceritakan ia sebagai putri Dzu Syarkh ibn Hudad, mantan Raja di Himyerit (Yaman).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense