Dark/Light Mode

Mencari Pemimpin Yang Mengapresiasi Perbedaan

Sabtu, 14 September 2024 05:50 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Terlalu banyak orang yang be­rambisi menjadi pemimpin. Mereka meneriakkan slogan-slogan men­arik, khususnya untuk memberikan kesejahteraan Masyarakat. Namun demikian, salah satu hal yang amat penting bagi masyarakat kita ialah bagaimana menemukan pemimpin yang bisa mengapresiasi perbedaan, terutama mereka yang berbeda cara pandang dengan dirinya.

Pemimpin masa depan diharapkan mereka yang mampu memberikan tempat yang layak terhadap orang-orang potensial meski­pun berbeda cara pandang dengannya.

Baca juga : Mencari Pemimpin Adil

Sebuah qaul yang sering disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW menyatakan: Janganlah kalian (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain. (Q.S. Yusuf/12:67).

Ayat ini mengisyaratkan kelonggaran setiap individu untuk memilih jalan hidupnya masing-masing tentunya sesuai dengan tuntunan umum yang telah digariskan Tuhan di dalam Kitab Suci-Nya. Meskipun ayat ini kontek­snya Nabi Yusuf Bersama dengan saudara-saudaranya, tetapi sesung­guhnya memberi inspirasi kepada kita bahwa hidup ini pasti akan lebih mudah jika dimungkinkan menempuh jalan yang berbeda-beda.

Baca juga : Memilih Pemimpin Pro Rakyat Dalam Islam (2)

Dalam ayat lain juga mengingat­kan dan sekaligus menginspirasi kita bahwa yang penting, meskipun pilhan jalannya berbeda-beda tetapi tetap kita diminta untuk bermuara kepada sebuah titik temu atau com­mon flatform. Istilahnya dalam Al-Qur’an ialah: Ta’alau ila kalimah sawa’ bainana wa bainakum (marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisi­han antara kami dan kamu. (Q.S. Ali ‘Imran/3:64).

Arti dasar dari ta’al (dari akar kata ‘al berarti tinggi, atas, yakni naiklah ke tempat yang lebih tinggi, niscaya kalian akan sampai kepada sebuah titik temu. Artinya jika semua orang naik ke jenjang lebih tinggi pasti akan sampai kepada sebuah titik temu. Akan tetapi jika seseorang asyik bermain di bawah tempurung bumi/dunia dan tidak pernah naik ke atas pasti sulit menemukan titik temu yang sebenarnya.

Baca juga : Memilih Pemimpin Pro Rakyat Dalam Islam (1)

Orang-orang yang sudah sampai ke sebuah titik temu pasti akan tiba pula kepada sebuah tingkat kesada­ran kebersamaan. Jika orang sudah sampai ke tingkat ini, maka pasti akan mudah bagi mereka untuk saling menolong untuk meraih tujuan yang lebih positif-konstruktif, sebagaimana diserukan Allah SWT: Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Q.S. Al-Maidah/5:2).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.