Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Orang-orang besar yang ditampilkan dalam Al-Qur’an ternyata memiliki kekuatan diplomasi yang luar biasa. Semakin besar kekuatan diplomasi seseorang ternyata berbanding lurus dengan keotokohan yang bersangkutan. Kita perlu belajar banyak dalam dunia diplomasi publik dari tokoh-tokoh yang diperkenalkan di dalam Al-Qur’an.
Kesuksesan misi dakwah Nabi lebih banyak ditentukan oleh kepiawaian berdiplomasi ketimbang dengan jihad melalui peperangan. Dari segi kekuatan perang Rasulullah SAW sesungguhnya tidak ada apa-apanya dibanding dengan dua kekuatan adidaya yang mengapitnya, yaitu kekuatan Romawi Bizantium di Barat dan kekuatan Persia di Timur. Sukses yang gemilang Rasulullah lebih banyak ditentukan oleh perjuangan diplomasi.
Baca juga : Pejabat Tidak Boleh Anti Kritik
Diplomasi adalah bagian dari jihad yang paling diandalkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW amat piawai di dalam berdiplomasi. Terkadang diplomasinya menempuh jalan-jalan yang samasekali tidak populis, tetapi ia tetap istiqamah. Rasulullah SAW betul-betul berorientasi pada tujuan sebuah perjuangan, bukannya mengedepankan peroses.
Berjihad melalui diplomasi selain resikonya sangat minim juga hasilnya bisa lebih permanen. Diplomasi bisa meniadakan atau paling tidak menunda peperangan yang akan menelan korban jiwa dan materi. Karena itu, para Nabi dibekali dengan kekuatan diplomasi yang amat piwai. Lihat misalnya bagaimana kepiawaian Nabi Sulaiman bisa menaklukkan sebuah kekuatan adidaya yang dipimpin oleh seorang perempuan bernama Balqis.
Baca juga : Mengukur Tanggung Jawab Pemimpin
Kepiawaian Balqis dilukiskan sebagai seorang ratu yang diberi gelar “pemilik kerajaan besar” (laha ‘arsyun ‘adhim) sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Naml/27:23).
Pada akhirnya Nabi Sulaiman bisa menaklukkan kerajaan ini tanpa setetes darah yang mengalir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.