Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Nabi Muhammad SAW betul-betul menjadi teladan di dalam mengelola fitnah. Dalam lintas sejarah, Nabi Muhammad SAW seringkali dilanda fitnah, tetapi selalu berhasil menyelesaikannya dengan baik tanpa menimbulkan persoalan baru.
Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW pun juga sering dilanda fitnah, bahkan di anaranya fitnah yang amat keji. Mulai Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW tidak pernah sepi dari fitnah, tetapi mereka memberikan pelajaran penting bagaimana para Nabi menyelesaikan fitnah-fitnah mereka dengan baik.
Baca juga : Mengapresiasi Kebebasan Beragama
Pelanggaran Nabi Adam memakan buah terlarang di surga membuat anak manusia jatuh dari langit surga kebahagiaan turun ke bumi penderitaan. Nabi Nuh juga diterpa isu keluarga yang menyebabkan isteri dan anaknya dicela di dalam Al-Qur’an sebagai isteri paling khianat bersama dengan isterinya Nabi Luth (Q.S. Al-Tahrim/66:10):
Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.
Baca juga : Mencari Pemimpin Yang Mengapresiasi Perbedaan
Dalam kasus lain, bisa kita sebut dua kasus fitnah politik keji yang diaddreskan kepada para Nabi, antara lain fitnah para pembesar Mesir yang menjebak Nabi Yusuf berduaan dengan seorang perempuan keluarga kerajaan.
Yang kedua, fitnah yang dilontarkan oleh Abdullah bin Ubai bin Abi Salul terhadap ‘Aisyah bersama dengan seorang prajurit. Kedua fitnah ini temanya sama: Bermaksud menjatuhkan orang bersih dengan cara keji. Namun, tipu daya itu gagal karena Allah SWT selalu berada di pihak yang bersih dan terdhalimi, sebagaimana ditegaskan di dalam ayat: “Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat Kami menuliskan tipu dayamu. (Q.S. Yunus/10:21).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.