Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam artikel terdahulu dibahas apa arti Road-Map System (RMS) menuju langit. Artikel kali ini, penulis berusaha mengungkapkan apa sesungguhnya yang dimaksud dengan langit di dalam Al-Qur’an? Ternyata langit (al-sama’) dan pasangannnya ialah bumi (al-ardh) menurut ahli tafsir isyary (esoterical interpretation) termasuk lafaz musytarak, memiliki lebih dari satu makna. Setidaknya ada makna denotatif (haqiqi) dan ada makna konotatif (majazi).
Dalam kitab-kitab tafsir mu’tabarah (populer) para mufassir lebih banyak merujuk kepada makna denotatif. Sedangkan mufasir isyary sering merujuk kepada makna konotatif.
Langit (al-sama’/celestial) yakni lambang dari sebuah ketinggian, menakjubkan, dunia atas, lebih ideal, lebih abstrak, dan bersifat spiritual. Sedangkan bumi (al-ardh/terrestrial), lambang dunia bawah, sederhana, rendah, materi, fragmatis, dan empiris.
Baca juga : Menemukan Road-Map Langit
Langit mana yang dituju Nabi Muhammad ketika Isra’ Mi’raj, dan ke mana kita akan menuju sesudah dipanggil Tuhan? Apakah langit denotatif atau langit konotatif, atau langit lain yang berada di luar imajinasi kita? Ini yang akan dibahas dalam artikel ini dan artikel mendatang.
Ada sebuah Riwayat menarik untuk diperhaikan, dahulu kala, Iblis terlaknat itu, dapat memasuki seluruh lapisan langit mikrokosmos yang bertingkat tujuh itu. Ketika Nabi Isa al-Masih terlahir, empat lapisan langit kemudian ditutup, dan tidak dapat lagi dimasuki Iblis kecuali tinggal tiga lapis. Tiga lapis langit itu ialah hati (qalb), jiwa (nafs), dan tabiat (tabi’ah).
Sedangkan empat lapisan yang tertutup adalah roh (ruh), dan di atas ruh ada tempat “yang tersembunyi” (sirr). Di atasnya ada lagi tempat “yang rahasia” (khafi), di lapisan puncak ada tempat “yang paling rahasia” (alkhfa’).
Baca juga : Mengenal Norma Hukum “Al-Qur’an Takwini”
Ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan sebagai penutup dan penyempurna ajaran para Nabi, maka seluruh langit mikrokosmos yang tujuh itu, tertutup bagi Iblis dan sekutunya.
Tidak ada celah sedikit pun yang tersisa dan dapat dimasuki Iblis. Yang tersisa adalah alam jasmani manusia yang menjadi tempat labuhan baru bagi Iblis.
Tubuh manusia adalah alam terbuka yang menjadi tempat rekreasi baru bagi Iblis. Mereka masuk melalui aliran darah dan bagian tubuh manusia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.