BREAKING NEWS
 

AIDP, Spesialisasi Dan Larangan Merokok "Two in One"

Sabtu, 26 Oktober 2024 10:16 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 23 Oktober 2024 saya mengunjungi rumah sakit daerah Saang, sebuah rumah sakit kabupaten di Kamboja, 1 jam perjalanan mobil dari Phnom Penh Ibu kota negara ini.

Kunjungan ini dalam rangka proyek "Airborne Infection Defence Platform (AIDP)".

Saya dan team bertemu pimpinan kesehatan kabupaten setempat dan juga berdialog dengan dua dokter yang menangani pasien.

Waktu saya tanya apakah dokter itu ingin sekolah spesialisasi maka mereka menjawab sangat ingin, hanya biayanya mahal katanya, sekitar 5000 dolar Amerika setahunnya, cukup mahal.

Baca juga : AIDP Di Kamboja

Memang Kamboja ini menggunakan uang lokal mereka dan juga uang dolar Amerika sekaligus, dan bahkan belanja di pasar maka kita bisa bayar pakai uang dolar Amerika, bahkan untuk 1 atau 2 dolar saja.

Proyek AIDP yang sedang saya dan team kerjakan ini adalah proyek ASEAN-USA, yang akan memperkuat program tuberkulosis (TB) di negara-negara ASEAN sambil sekaligus penguatan ini dapat jadi modal kalau nanti akan ada pandemi lagi, yang nampaknya akan menular melalui udara juga seperti halnya Covid-19 dan juga TB.

Kita tahu ada berbagai faktor yang mempengaruhi proses TB, seperti halnya ada infeksi HIV/AIDS, atau ada Diabeted Mellitus, dan juga kebiasaan merokok.

Adsense

Nah dalam hal ini, diluar ruang periksa dokter itu saya lihat ada tanda larangan merokok.

Baca juga : Semoga Program Makan Siang Gratis Berjalan Sukses Demi Derajat Kesehatan Anak Bangsa

Yang unik, di mana-mana biasanya kita lihat tanda larangan merokok berupa lingkaran merah dan di tengahnya ada gambar sebatang rokok yang dicoret.

 

 

Nah di gambar di RS Saang ini, gambar yang dicoret adalah sebatang rokok dan juga satu alat rokok elektronik sekaligus. Tulisannya juga jelas, "No Smoking No Vaping", jadi bukan hanya "No Smoking" saja, jelasnya bukan hanya

Baca juga : Tantangan Rumah Sakit Kita

"Dilarang Merokok" saja. Mungkin akan baik kalau tanda larangan "two in one" ini juga dapat diterapkan di rumah sakit di negara kita dan di tempat-tempat umum lainnya, demi kesehatan anak bangsa kita.

Prof Tjandra Yoga Aditama

Senior Project Leader AIDP, dari Phnom Penh, Kamboja

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense