BREAKING NEWS
 

Road-Map Menuju Langit (18)

Tahap Keempat: Dari Makhluk Menuju Makhluk Bersama Tuhan (Min al-Khalq ila al-Khalq bi al-Haq)

Selasa, 29 Oktober 2024 06:02 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Safar keempat dapat dikatakan puncak dari sebuah perjalanan spiritual. Para salik yang sampai di maqam ini, sudah dapat disebut penghulunya para wali (al-imam al-auliya’/the saint of the saints). Ia sudah tidak lagi mengenal tabir pemisah dengan Tuhan (al-hujb), sudah bebas dari hijab-hijab putih, apalagi hitam.

Meski bukan Nabi atau Rasul, tapi dia sudah masuk ke dalam kelompok yang terbebas dari dosa (min al-ma’shumin), sebagaimana kekhususan yang diberikan kepada para nabi dan rasul.

Baca juga : Tahap Kedua: Dari Tuhan Menuju Tuhan Bersama Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq) (2)

Ia tidak perlu naik ke atas dan tidak memerlukan fana’ untuk berjumpa dengan Tuhan, karena itu safar-nya disebut: Min al-khalq ila al-khalq bi al-Haq.

Ia sudah meninggalkan maqam ‘al-qurb al-nawafil’ menuju maqam permanennya ‘al-qurb al-faraid’, karena Tuhan sudah proaktif terhadapnya, bukan lagi ia yang proaktif mendekati Tuhannya sebagaimana safar-safar sebelumnya. Ia sudah masuk ke dalam kategori ‘pejalan Ilahi’ (al-sa’ir al-haqqani/godly journeyer), yang bebas hambatan.

Baca juga : Tahap Kedua: Dari Tuhan Menuju Tuhan Bersama Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq) (1)

Ia memiliki kualitas-kualitas kenabian (prophetic quality), meski bukan nabi. Mereka inilah yang disebut di dalam Al-Qur’an: “Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Q.S. Al-Baqarah/2:38).

Dialah yang disebut Allah SWT dalam ayat: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus/10: 62).

Baca juga : Meningkat Dari Istigfar Ke Taubat

Semakin tinggi maqam seseorang, semakin kuat pula ia merahasiakan dirinya. Hal yang paling ditakuti para salik level atas ialah keterkenalan. Mereka menghindari keterkenalan, baik keterkenalan di bumi maupun di langit, karena sehalus apapun sifat itu bisa mengundang hijab-hijab putih.

Adsense

Ini juga yang membedakan di level safar sebelumnya yang masih menolerir istilah: Majhul fi al-ardh ma’lum fi alsama’ (tidak terkenal di bumi tetapi terkenal di langit). Para salik di level empat, di langit pun tidak ingin terkenal. Ia senantiasa mempertahankan prinsip: Majhul fi al-‘alamin (tidak ada yang mengenalnya di seluruh alam selain Tuhannya).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense