BREAKING NEWS
 

7 Hal Tentang TB Indonesia Dalam WHO Global TB Report 2024

Kamis, 31 Oktober 2024 07:24 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 29 Oktober 2024, World Health Organization mengeluarkan “Global TB Report 2024”, yang menyampaikan data tuberkulosis (TB) dunia, termasuk Indonesia, sesuai data tahun 2023.

Disebutkan bahwa pada 2023, ada 8,2 juta kasus baru TB dunia, yang menunjukan peningkatan dari data 2022 sebanyak 7,5 juta dan data 2021 sebanyak 7,1 juta.

Angka kasus baru dunia 2023 ini jauh sekali di atas data 2020 sebanyak 5,8 juta kasus dan data 2021 sebanyak 6,4 juta kasus, walaupun memang pada 2020 dan 2021 itu dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 sehingga angka yang didapat tidak optimal.

Angka insiden TB dunia (kasus baru per 100 ribu penduduk per tahun) juga diestimasikan meningkat 4,6 persen antara tahun 2020 dan 2023, yaitu meningkat dari 129 (95 persen UI: 121–136) di tahun 2020 menjadi 134 (95 persen UI: 125-145) di tahun 2023. Padahal sebelumnya ada penurunan sekitar 2 persen per tahun antara 2010 sampai 2020.

Baca juga : Pernyataan Kemenkes Malaysia Tentang Anggur Muscat

Semua data ini menunjukkan bahwa tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan pen­ting dunia. Juga, di Indonesia.

WHO Global TB Report 2024 menyampaikan tujuh hal tentang negara kita, Indonesia.

Pertama, dokumen WHO terbaru ini kembali menampilkan data bahwa negara kita adalah penumbang kasus TB ter­banyak kedua di dunia, masih tetap ­seperti beberapa tahun belakangan ini. Tentu ini bukanlah hal yang menggembirakan.

Disebutkan bahwa lima ­negara penyumbang kasus TB ter­banyak di dunia adalah India (26 persen), Indonesia (10 persen), China (6,8 persen), Filipina (6,8 persen) dan Pakistan (6,3 persen).

Baca juga : 5 Aspek Kesehatan Jakarta Sehubungan Debat Gubernur 27 Oktober 2024 Malam Ini

Hal kedua, laporan WHO ini juga menyebutkan bahwa ­penyumbang terbesar pening­katan kasus dunia antara 2020 dan 2023 adalah Indonesia, Filipina dan Myanmar.

Ketiga, salah satu masalah penting pengendalian tuberkulosis adalah terjadinya kekebalan/resistensi terhadap obat TB, baik yang resisten obat rifampisin (“Rifampicin resistance – RR”).

Apalagi kalau kebal terhadap beberapa obat penting sekaligus, yang disebut “Multi Drug Resistance TB-MDR TB”.

Nah, Global TB. Report 2024 ini menampilkan lima negara yang diperkirakan merupakan penyumbang lebih dari separuh kasus MDR dan RR TB di dunia.

Baca juga : AIDP, Spesialisasi Dan Larangan Merokok "Two in One"

Kelimanya, yaitu India (27 persen), Rusia (7,4 persen), Indonesia (7,4 persen), China (7,3 persen) dan Filipina (7,2 persen).

Adanya resistensi terhadap obat TB membuat penyakit makin sulit diobati dan disembuhkan.

Hal keempat, laporan WHO kali ini menyebutkan ada 39 negara di dunia yang insiden TB-nya meningkat lebih dari 5 persen pada 2023 dibanding 2015.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense