Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Rakyat Merdeka dalam RM.id pada 1 November 2024 menampilkan judul “Waspada, Wabah Penyakit Cacar Air Dan Gondongan".
Sebelum membahas masing-masing penyakit, yang perlu diwaspadai adalah jika memang benar ada peningkatan kedua penyakit sekaligus di berbagai daerah di Indonesia.
Pertanyaaan yang harus dijawab, kenapa kok di waktu yang kurang lebih sama bisa ada dua penyakit menular yang sama-sama meningkat? Padahal penyebab kedua penyakit ini berbeda dan yang diserang juga alat tubuh yang berbeda pula.
Ada empat hal yang perlu dilakukan Pemerintah Pusat dan daerah. Pertama, melakukan penyelidikan epidemiologis (PE) mendalam untuk tahu secara pasti apa yang terjadi di lapangan, mulai dari kasus pertama (indeks case) dan seterusnya.
Kedua, perlu dianalisa apakah kenaikan di berbagai daerah negara kita ini memang karena ada perubahan pola penyakit atau mungkin juga karena meningkatnya sensitivitas surveilans.
Ketiga, kalau sudah jelas masalah yang ada (burden of deseases problem) maka perlu segera diinformasikan ke publik.
Selain untuk menenangkan masyarakat, di saat yang sama juga dapat menggunakan kejelasan informasi dengan bijak untuk pencegahan penularan selanjutnya.
Keempat, anak-anak yang sakit harus mendapat penanganan kesehatan yang optimal oleh fasilitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.
Baca juga : 7 Hal Tentang TB Indonesia Dalam WHO Global TB Report 2024
Perlu kita ketahui bahwa kedua penyakit ini memang sama-sama utamanya menyerang anak-anak, sama-sama punya gejala demam dan sama-sama amat mudah menular, termasuk di sekolah seperti beberapa laporan belakangan ini.
Namun, kedua penyakit ini relatif ringan dan dapat sembuh dengan baik dalam hitungan hari atau minggu saja. Amat jarang sekali penyakit ini berkembang menjadi berat dan mengancam kesehatan.
Gondongan dan Cacar Air
Penyakit gondongan atau “Mumps” adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae, yang secara spesifik nama virusnya adalah “Mumps orthorubulavirus”.
Gejala utamanya adalah rasa nyeri dan pembengkakan daerah leher, demam, kelelahan, hilang nafsu makan dan juga mungkin sakit kepala.
Penyakit ini adalah infeksi pada kelenjar air liur atau parotis, jadi berbeda dengan penyakit gondok akibat kelenjar tiroid, walau keduanya sama-sama terlihat seperti gangguan di daerah leher.
Sementara penyakit Cacar Air atau Varicella dalam bahasa Inggrisnya disebut juga sebagai “Chickenpox”, konon karena bercak merah di tubuh pasien disebut seperti dipatuk ayam (peck marks of chicken).
Gejala penyakit cacar air adalah timbul ruam kemerahan di kulit yang mungkin berkembang jadi terasa gatal dan jadi benjolan kecil berisi cairan.
Baca juga : Pernyataan Kemenkes Malaysia Tentang Anggur Muscat
Kemerahan di kulit ini lalu menyebar ke seluruh tubuh, bahkan pada seseorang dapat saja muncul sampai sekitar 500 bintik kemerahan. Tentu ada juga gejala demam dan lemah serta gangguan nafsu makan.
Penanggulangan
Tersedia vaksin untuk kedua penyakit ini. Vaksinasi untuk penyakit gondongan biasanya diberikan dalam bentuk vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella).
Sementara untuk penyakit cacar air adalah vaksin varicella, yang antara lain ada dalam antigen tunggal (“single-antigen varicella vaccine”) dan juga yang dikombinasikan dengan vaksin MMR, yang disebut vaksin MMRV (Measles, Mumps, Rubella. Varicella).
Vaksin untuk kedua penyakit ini tersedia di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di negara kita, walau memang bukan atau belum masuk program nasional Program Pengembangan Imunisasi – PPI (“Expanded Program of Immunization - EPI”) Dengan situasi yang ada sekarang ini maka setidaknya tiga hal yang perlu dilakukan.
Pertama, Pemerintah harus memastikan situasi yang terjadi dan segera melakukan penanggulangannya.
Kedua, orangtua perlu waspada kalau anak-anaknya memiliki gejala dari dua penyakit ini dan segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Ketiga, guru dan pengelola sekolah perlu waspada kalau-kalau ada satu atau dua atau tiga anak di kelas yang muncul dengan gejala-gejala serupa, dan segera mengkoordinasikannya dengan Puskesmas atau petugas kesehatan yang ada.
Baca juga : 5 Aspek Kesehatan Jakarta Sehubungan Debat Gubernur 27 Oktober 2024 Malam Ini
Semoga masalah dua penyakit yang ada sekarang ini segera dapat diatasi dengan baik. Apalagi ini terjadi pada 100 hari pertama pemerintah baru kita sekarang ini.
Oleh; Prof. Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Guru Besar FKUI
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI 2024 sebagai penulis artikel Covid-19 terbanyak di media massa
- Penerima Penghargaan Paramakarya Parama Husada PERSI 2024
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.