BREAKING NEWS
 

Beragama Dalam Keberagaman (25)

Keberlangsungan “Agama Lokal”

Jumat, 29 November 2024 06:02 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Hal yang sering terlintas di dalam elit-elit masyarakat, khususnya elit agama terhadap mereka ialah, mestikah mereka “dibina” menurut ‘apa adanya’ sekalipun ada terlintas dalam kesadaran bahwa agama dan kepercayaan tersebut berdiri di atas landasan yang batil? Mestikah mereka “dibina” dengan ‘bagaimana seharusnya’ sekalipun ada dugaan keharmonisan di antara mereka akan terganggu.

Dengan kata lain, mestikah kehormonisan itu dipertahankan walau di atas landasan yang batil, atau mestikah sesuatu yang haq itu ditegakkan sekalipun harus mengorbankan keharmonisan di dalam masyarakat.

Baca juga : Antara Agama Dan Aliran Kepercayaan

Memang serba dilema, mendiamkan persoalan ini sama artinya melakukan pembiaran terhadap sebagian warga bangsa kita hidup di dalam ketidak adilan. Pada sisi lain menghadirkan regulasi baru untuk mengakomodir mereka bisa menimbulkan ketegangan konseptual baru dan berdampak pada sistem kenegaraan yang sudah terlanjur mapan.

Sebutlah misalnya, jika mereka diakomodir dalam bentuk pemberian pengakuan maka dampaknya ialah persentase penganut agama yang sudah mapan pasti mengalami penurunan signifikan secara statistik, karena agama lokal dan Aliran Kepercayaan yang pernah “menumpang” dalam kolom agamanya hijrah ke kolomnya sendiri. Di samping itu, pemerintah harus menyiapkan struktur, minimal setingkat Direktur di Kementerian Agama dan kantor-kantor perwakilan cabang, termasuk personalia dan prasarananya; sementara angka-angka pasti mereka belum jelas, dan selama ini umumnya berdasarkan klaim. Belum lagi dampak sosialnya menyangkut masalah perkawinan, muzakki, mustahiq (zakat), mauquf ‘alaih (waqaf), dan lain-lain. Hal ini betul-betul memerlukan pemikiran mendasar dan komprehensif.

Baca juga : Kedudukan ``Agama Lokal``

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Jumat, 29 November 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (25), Keberlangsungan “Agama Lokal”"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense