BREAKING NEWS
 

Prioritas Untuk Pengendalian Tuberkulosis

Kamis, 5 Desember 2024 07:25 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Koran Rakyat Merdeka edisi 3 Desember 2024 menampilkan berita berjudul "47.782 Warga Ibu Kota Terjangkit Penyakit TBC".

Saya kebetulan sedang di Manila dan pada 3 Desember itu mengunjungi salah satu Puskesmas di Ibu Kota Filipina, yaitu Puskesmas Dagupan di daerah Tondo.

Ada satu kegiatan yang menarik di Puskesmas di Kota Manila ini. Semua pasien yang datang ke semua Puskesmas di Manila, apa pun sakit dan keluhannya, di kertas catatan rekam mediknya dibubuhi cap merah.

Isinya adalah empat per­tanyaan apakah pasien ini punya gejala ke arah tuberkulosis (TB), yaitu batuk, demam dan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, dan juga ada tidaknya keringat malam.

Lalu di bawahnya ada per­tanyaan, apakah gejala-gejala itu sudah dua minggu atau tidak. Kalau sudah lebih dari 2 minggu, tentu mengarah ke kemungkinan tuberkulosis.

Baca juga : Tim Koordinasi One Health di Kota Tangerang dan 3 Pesan Kesehatan Masyarakat

Juga ada lima pertanyaan faktor risiko ke arah TB. Pertama, tentang riwayat penyakit TB terdahulu, kedua adakah kontak erat dengan pasien TB, ketiga mencakup ada tidaknya empat penyakit, yaitu diabetes mellitus, kanker, penyakit ginjal lanjut dan HIV/AIDS.

Faktor risiko keempat yang juga ditanyakan adalah apakah usia lebih 60 tahun, dan kelima apakah masuk dalam kelompok ekonomi terendah (poorest of the poor).

Kalau ada faktor risiko yang sesuai, maka akan makin memperkuat kemungkinan pasiennya dicurigai TB, bila ada gejala yang sesuai.

Kalau ada yang positif dicurigai TB, walau tadinya datang untuk keluhan sakit apa pun juga, maka akan diarahkan untuk pemeriksaan GenXPert, suatu Tes Cepat Molekuler (TCM) dan atau foto ronsen dada untuk menemukan ada tidaknya tuberkulosis pada pasien itu.

Adsense

Kalau ditemukan TB, akan langsung diobati, dengan ­angka keberhasilan lebih dari 90 ­persen.

Baca juga : From Farm to Plate untuk Makan Bergizi Gratis

Sekali lagi, pertanyaan gejala dan faktor risiko TB ini di­tanyakan pada semua pasien yang datang ke Puskesmas ­Manila, walaupun keluhannya gatal saja, misalnya, atau sakit lutut, gangguan penglihatan dll yang tidak ada hubungan dengan TB.

Dengan cara seperti ini, ditunjukkan bahwa TB merupakan prioritas penting sehingga ­penemuan kasus TB dapat lebih intensif.

Ini suatu hal yang dapat dipertimbangkan di negara ­kita. Apalagi pengendalian TB merupa­kan salah satu prioritas penting pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Selain kegiatan di dalam gedung Puskesmas, juga dilakukan kunjungan rumah, baik oleh perawat Puskesmas maupun oleh kader.

Puskesmas ini punya lima orang kader kesehatan yang kerja penuh waktu di Puskesmas dan mendapat honorarium ala kadarnya.

Baca juga : AMR, Dari "Silent" Ke "Grand"

Selain itu juga dilakukan kegiatan Penemuan Kasus secara aktif (active case finding) melalui pemeriksaan X ray dengan dukungan Artificial Intellegence (AI).

Kegiatan saya di Manila ini dalam rangka proyek “Airborne Infection Defence Platform (AIDP)”, suatu proyek kerja sama ASEAN dan pemerintah Amerika Serikat.

AIDP ini punya dua kegiatan utama. Pertama memperkuat program TB di negara-negara ASEAN dan kedua, penguatan program TB ini juga akan amat diperlukan untuk kesiapan dan respons menghadapi kemungkinan pandemi mendatang yang kemungkinan dalam bentuk penularan infeksi melalui udara (airborne infection).

Semoga Indonesia punya program yang jelas yang mumpuni untuk pencegahan, kesiapan dan respons (prevention, pre­paredness and response) untuk ­mengantisipasi pandemi mendatang.

Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit serta Mantan Kepala Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022
- Penerima Rekor Muri April 2024 sebagai penulis artikel Covid-19 terbanyak di media massa
- Penerima Penghargaan Paramakarya Parama Husada PERSI 2024

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense