Dark/Light Mode

From Farm to Plate untuk Makan Bergizi Gratis

Senin, 25 November 2024 13:16 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Rakyat Merdeka, pada 24 November 2024, mengangkat berita “Makan Bergizi Gratis Dimulai 2025: Anggarannya 51 T,  Sasar 17 Juta Orang” di halaman depan, dan versi digitalnya: https://rm.id/baca-berita/government-action/244795/makan-bergizi-gratis-dimulai-2025-anggarannya-51-t-sasar-17-juta-orang. Sehubungan hal itu, ada lima usulan saya untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis ini.

Pertama, program makan gratis tentu amat bermanfaat, termasuk juga untuk ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan murid pesantren seperti di berita itu.

Baca juga : AMR, Dari "Silent" Ke "Grand"

Kedua, pemberian makan siang gratis perlu dijaga dengan baik sesuai prinsip from farm to plate. Artinya, sejak produksi bahan makanan, transportasi bahan mentahnya, pengolahan dan memasak makanan, transportasi makanan matang, penyajian dan pelaksanaan konsumsinya, sampai pembuangan limbahnya. Jadi, jangan hanya dilihat di ujungnya saja pada waktu makanan di konsumsi.

Ketiga, penentuan lokasi pemberian makanan, apakah di sekolah atau lokasi lain, jelas harus menjamin proses from farm to plate itu. Termasuk higiene dan sanitasi semua prosesnya.

Baca juga : Hari PPOK Sedunia & Check Up Gratis Pemerintah

Keempat, kalau Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) atau Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) juga akan dipilih sebagai tempat program makan bergizi gratis, itu positif. Sebab, Posyandu atau Posbindu merupakan tempat yang biasa dikunjungi bumil, busui, remaja putri, dan lain-lain. Tetapi, tantangannya adalah harus mampu menjamin proses kesehatan dari penyajian makanan ini, apalagi kalau setiap hari dan di berbagai pelosok nusantara.

Kelima, di semua lokasi pemberian makan siang gratis perlu manajemen yang matang. Harus ada 5M (Man, Money, Material, Method, dan Monitoring) yang ketat.

Baca juga : Empat Target Penuntasan TB

Prof Tjandra Yoga Aditama 
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.