Tausiah Politik
Sebelumnya
Apa yang ditampilkan Amr ibn ‘Ash itulah contoh Islam politik. Ia mengecoh lawannya dengan menggunakan simbol Al-Qur’an dan bahasa agama. Ia membakar emosi ummat dengan menggunakan ayat dan hadis untuk mencapai kemenangan politik. Ia memojokkan orang lain dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis.
Ia juga menggunakan ayat dan hadis untuk menghilangkan dan membunuh karakter lawan-lawan politiknya. Abu Musa al-Asy’ary dapat dikatakan simbol dari politik Islam dan Amr ibn ‘Ash merupakan simbol Islam politik.
Baca juga : Antara Politik Islam Dan Islam Politik (Bagian 1)
Di dalam lintasan sejarah dunia Islam, pergumulan antara politik Islam dan Islam politik sering terjadi, tidak terkecuali di Indonesia. Ada golongan lebih menekankan pentingnya politik Islam sementara golongan lain menganggapnya tidak cukup tetapi mesti harus dengan Islam politik. Almarhum Cak Nur juga pernah memainkan peranan di dalam sejarah perpolitikan Islam di tanah air.
Di masa mudanya pernah menggas Islam Politik No, Politik Islam Yes. Akan tetapi di akhir hayatnya beliau menyadari kedua-duanya sama pentingnya karena situasi politik di Indonesia berubah. Ia sendiri masuk ke dalam struktur politik dengan mendekati salah satu partai politik namun beliau gagal menduduki tempat yang diharapkannya hingga ia wafat.
Baca juga : Menepati Janji kepada Non-Muslim
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 8 Februari 2025 dengan judul "Moderasi Beragama Di Indonesia (22), Antara Politik Islam Dan Islam Politik (Bagian 2)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.