Dark/Light Mode
Moderasi Beragama Di Indonesia (17)
Melindungi Hak-hak Sosial-Budaya Non-Muslim
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam lintasan sejarah, dunia Islam bukan hanya melindungi orang-orang non-muslim tetapi juga melindungi dan memberikan hak-hak sosial budaya mereka. Bahkan tidak sedikit warga non-muslim menjadi inner circle pemimpin umat atau Kerajaan dunia Islam.
Salman al-Farisi, sosok figur beragama Majusi, yang juga menjadi arsitek perang Nabi, selalu menyertai Nabi, nanti memeluk agama Islam Ketika di menit-menit terakhir Rasululah SAW di Madinah.
Baca juga : Sikap Nabi Terhadap Non-Muslim
Politik Islam berasaskan persamaan hak (al-musawa), keadilan dan kesetaraan (al-‘adalah), amanat dan tanggung jawab (al-amanah), persepahaman dan toleransi (tasamuh). Sedangkan Islam politik seringkali mengenyampingkan beberapa asas tersebut. Pelajaran dari Nabi yang perlu diteladani dalam hal ini ialah bukan hanya melindungi dan memberikan hak-hak politik kepada umat non-muslim tetapi juga hak-hak sosial-budaya.
Hak-hak sosial-budaya dimaksud antara lain, memberi hak-hak yang sama dengan umat Islam memanfaatkan fasilitas umum dan mengekspresikan seni budaya lokal, seperti penggunaan jalan raya, akses mata air, pengobatan, bantuan sosial, mengunjungi mereka ketika sedang sakit, mengurus jenazah mereka, pameran dan pertunjukan seni, sampai kepada memandikan mayat non-muslim.
Baca juga : Perlakuan Nabi Terhadap Kaum Minoritas
Pada masa Nabi, ada seorang laki-laki Yahudi sakit keras lalu Nabi diberitahukan. Nabi membesuk dan duduk di sanping pemuda itu. Nabi menawarkan seandainya pemuda itu berkenan untuk mengenal dan masuk agama Islam.
Pemuda itu menatap ayahnya yang kebetulan ada di sampingnya. Ayahnya menyarankan agar anaknya mendengarkan seruan itu dengan mengatakan: Dengarkanlah apa yang disampaikan oleh Abul qasim (Nabi), lalu pemuda itu mengucapkan dua kalimat syahadat (HR Bukhari).
Baca juga : Tidak Dikenal Istilah Minoritas
Betapa mulianya perbuatan Nabi menengok orang sakit umat beragama lain dan berusaha membantu meringankan bebannya. Tradisi seperti ini diwariskan kepada para sahabatnya. Musailamah al-Kazzab juga diberi kesempatan memamerkan hasil karya sastranya digantung di sisi pintu masuk Ka’bah untuk dinilai dan disaksikan orang lain.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.