BREAKING NEWS
 

Moderasi Beragama Di Indonesia (28)

Bagaimana Dengan Kolom Agama Di KTP?

Rabu, 19 Februari 2025 06:11 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Penulis banyak ditanya tentang keberadaan kolom agama di dalam KTP. Tentu saja saya harus hati-hati menjawabnya. Jawabannya tentu harus arif dan bijaksana, karena itu bisa bersentuhan dengan wilayah HAM.

Di dalam masyarakat, ada kelompok kritis yang mempertanyakan keberadaan kolom agama di KTP dan menyarankan agar dihilangkan. Akan tetapi sebagian lainnya mengingatkan bahwa itu bisa saja seperti membangunkan macan tidur, jadi tidak perlu diubah, tetap saja seperti apa adanya sekarang. Kalau ada masalah, lebih mudah diselesaikan secara kasuistik daripada mengubah sebuah tradisi publik yang sudah berlangsung lama.

Baca juga : Jihad = Patriotisme?

Kenyataan di dalam masyarakat, banyak ditemukan oknum yang tidak jelas agamanya apa. Belum lagi kelompok penghayat agama/kepercayaan lokal yang tidak popular secara publik di Tanah Air, bahkan hampir setiap pulau ditemukan semacam agama/kepercayaan lokal. Ada yang berafiliasi ke Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu.

Yang cenderung berafiliasi ke agama Islam dan/atau bersikretis dengan agama lain seperti Agama/ Kepercayaan Marapu di Sumba, Tatali Paranti Karuhun di Jawa Barat, Slam Sunda Wiwitan di Lebak Banten, Wetu Telu di Bayan Lombok, aliran kebatinan perjalanan di Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tradisi kepercayaan Adat Cikondang di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Tradisi Buhun Orang Karanggan, Jatisampurna Bekasi Jawa Barat, Kepercayaan Suku Bajo di Bubuhan Kumai Kalimantan Tengah, Kepercayaan Halaik di dalam masyarakat adat Tau Taa Vana di pedalaman hutan Kabupaten Tojo Una-Una Sulawesi Tengah, Kepercayaan Towani Tolotang di Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan, Agama Parmalim di Sumatera Utara, Kepercayaan Sedulur Sikep (Samin) Kabupaten Blora Jawa Tengah, Dayak Hindu Buddha Bumi Segandhu di Indramayu, Jawa Barat, Kepercayaan Suku Anak Dalam di Jambi, Agama Sinkretis masyarakat Pesisir Ciamis, Alam Ngaji Rasa di sekitar Indramayu Jawa Barat, Among Tani Majapahit di Kabupaten Mojokerto, Aswaja di Sumatera Utara, Brayat Agung di sekitar Panarukan Situbondo, Manunggaling Kawula Gusti di Jawa, dan tentu masih banyak lagi. 

Baca juga : Antara Deradikalisasi Dan Deliberalisasi (Bagian 2)

Hampir setiap kepulauan di Indonesia memiliki aliran kepercayaan yang berbeda dengan agama-agama mainstream di Indonesia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense