Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Segenap umat dan warga bangsa Indonesia memiliki dua kekuatan emosi yang sewaktu-waktu bisa meledak. Jika kedua kekuatan ini dimenej dengan baik, maka bisa menjadi kekuatan luar biasa bagi bangsa ini. Akan tetapi jika salah dalam memenej, maka keduanya akan saling memakan satu sama lain dan sudah pasti merugikan semuanya.
Kedua kekuatan itu ialah emosi jihad yang dimiliki oleh umat beragama dan emosi patriotisme yang dimiliki oleh warga bangsa Indonesia. Emosi jihad akan mudah terbakar manakala sendi-sendi agama yang diyakini oleh pemeluknya dihina dan emosi patriotisme akan meledak manakala martabat kebangsaan yang dijunjung tinggi oleh para warganya diinjak-injak.
Baca juga : Antara Deradikalisasi Dan Deliberalisasi (Bagian 2)
Jika kedua kekuatan emosi ini bersinergi, maka apapun dan siapapun serta sehebat apapun ancaman dan musuh di hadapannya tidak akan pernah membuatnya gentar. Sejarah Indonesia membuktikan, dengan pekikan “Allahu Akbar!” dan “Merdeka!”, maka penjajah yang tangguh bisa diusir. Bisa dikatakan bahwa Indonesia merdeka berkat pekikan kedua kata tersebut. “Allahu Akbar!” adalah komando jihad yang menakutkan dan “Merdeka!” adalah komando patriotisme yang menggetarkan. Kedua pekikan ini memicu andrenalin perjuangan umat dan warga bangsa untuk menyingkirkan musuh-musuhnya.
Jika kedua kekuatan emosi ini berhadap-hadapan satu sama lain maka bayangan perang saudara maha dahsyat akan terjadi. Indonesia juga pernah mempertontonkan sederetan pengalaman pahitnya ketika dua komunitas, yaitu komunitas etnik dan komunitas agama berhadapan satu sama lain.
Baca juga : Antara Deradikalisasi Dan Deliberalisasi (Bagian 1)
Pengalaman yang sama juga pernah terjadi di beberapa negara lain. Kesemuanya itu harus menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia, sebuah bangsa yang besar dan dipadati oleh kondisi obyektif yang amat plural.
Begitu banyak ikatan-primordial seperti agama, aliran, etnik, suku, dan organisasi paguyuban yang berpotensi memicu konflik emosional perlu terus dicermati oleh semua pihak, baik oleh pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan kaum cerdik-pandai negeri ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.