Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Studi tentang perilaku virus (epidemiologi) kini semakin berkembang seiring dengan perkembangan munculnya virus baru yang mengancam kehidupan manusia. Di antara virus itu ada yang amat mengancam hidup manusia secara massif; bukan hanya karena ganasnya, tetapi belum ditemukannya vaksin atau obat yang bisa melawan virus tersebut.
Sebutlah misalnya penyebaran HIV (Human Immunodeficiency Virus), sejenis virus yang menyebabkan rontoknya daya tahan tubuh melawan penyakit yang lebih populer disebut dengan penyakit AIDS (Aquired Immune Deficiency Syndrome).
Belum lagi virus binatang dan burung yang bermutasi kepada tubuh manusia seperti virus anthrax dan flu burung, dan entah virus apa lagi yang akan datang. Virus atau wabah penyakit yang menyebar secara luar biasa di dalam masyarakat biasa disebut dengan epidemi.
Baca juga : Mengungkap Misteri Masa Depan
Setidaknya ada tiga hal menjadi penyebab timbulnya epidemi menurut para ilmuan, yaitu:
1) Resistensi polusi organisma inang rendah atau jika peluang bagi patogen untuk pindah dari organisma inang yang satu ke organisma inang yang lain meningkat.
2) Meningkatnya virulensi patogen antara lain sebagai akibat rendahnya resistensi (daya tahan tubuh manusia) seperti awal mula berjangkitnya epidemi influensa menyerang seluruh dunia pada tahun 1918, diduga sebagai akibat Perang Dunia I yang menyebabkan resistensi manusia pada waktu itu karena kurang atau rendahnya mutu pangan, dan
Baca juga : Mengungkap Misteri Masa Silam
3) Epidemi suatu penyakit juga sering timbul sesudah terjadinya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir besar, dan sebagainya.
Informasi secara menakjubkan muncul juga di dalam Al-Qur’an pada tiga kisah. Pertama, kisah musnahnya Bani Tsamud, sebuah rezim penguasa yang digambarkan di dalam 26 ayat Al-Qur’an dan sejumlah hadis Nabi sebagai penguasa yang amat anarkis.
Dikisahkan bahwa Nabi Shaleh diutus Allah kepada kaum Tsamud supaya menyembah hanya kepada Allah dan meninggalkan kezaliman dan tradisi penyembahan berhala nenek moyang mereka. Namun Raja Tsamud menantang Nabi Shaleh dengan mengatakan, jika engkau seorang Nabi atau Rasul perlihatkanlah tanda bukti kebenaranmu (dalam bentuk mukjizat).
Baca juga : Singkat Kata Padat Makna
Permintaan Tsamud dan para pembesarnya sangat tidak masuk akal. Mereka meminta Nabi Shaleh mengeluarkan unta raksasa yang sedang hamil dari lubang batu kecil dalam keadaan hidup.
Berkat do’a Nabi Shaleh, unta yang dimaksud tiba-tiba keluar dari dalam lubang sebuah batu dan meloncat menjadi unta raksasa di depan Raja Tsamud: Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat" (QS Hud/ 11:64).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.