Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu keajaiban Al-Qur’an ialah konten dan sistematikanya tidak pernah membosankan. Bagaikan memasuki daerah hutan belantara, kita bisa menjumpai berbagai macam tumbuhan dan pepohonan tumbuh secara alami dan merdeka di dalamnya.
Berbeda dengan taman atau kebun yang sengaja ditanam, dengan mudah bisa diprediksi tanaman apa saja yang ada di dalamnya dengan struktur penempatannya masing-masing.
Baca juga : Misteri Angka 19 (Bagian 4)
Al-Qur’an bagaikan hutan belantara karena komposisi kandungan dan sistematikanya sama sekali tidak menyerupai sebuah buku ilmiah yang disusun dengan menggunakan sistem khusus.
Lihatlah nama-nama surah dan tata aturan ayat-ayatnya. Pertama-tama kita diantar memasukinya dengan surah al-Fatihah (pembuka) lalu tiba-tiba dihadapkan dengan surah al-Baqarah (sapi betina). Mengapa harus dengan sapi? Setelah itu surah keluarga Imran (Ali ‘Imran), al-Nisa’ (perempuan), al-Maidah (hidangan), al-An’am (binatang ternak), al-A’raf (tempat tertinggi), al-Anfal (harta rampasan), al-Taubah (pengampunan), lalu disusul dengan nama-nama Nabi tertentu yaitu Yunus, Hud, dan Yusuf.
Baca juga : Misteri Angka 19 (Bagian 3)
Lalu diselang dengan Ar-Ra’d (guruh) kemudian dilanjutkan lagi dengan Ibrahim, Al-Hijr, An-Nahl (lebah), Al-Isra’ (journey), Al-Kahfi (Goa Kahfi), dan Maryam. Setelah itu tiba-tiba muncul nama pembuka surah, Thaha, lalu Al-Anbiya (Nabi-nabi).
Yang menarik, Al-Qur’an juga melibatkan nama serangga kecil seperti An-Nahl (lebah), An-Naml (semut) dan Al-‘Ankabut (laba-laba). Ada juga nama binatang besar menjadi nama surah yaitu al-Baqarah (sapi betina) dan Al-Fil (gajah). Banyak lagi nama-nama yang tidak populer muncul menjadi surah seperti nama goa (Al-Kahfi), perempuan yang mengajukan gugatan (Al-Mujadilah), dan hari ditampakkan kesalahan (Al-Tagabun), dan bermuka masam (‘Abasa).
Baca juga : Misteri Angka 19 (Bagian 2)
Nama-nama surah dan tata urutannya sangat tidak sistematis menurut ukuran gaya penulisan ilmiah. Namun, justru di situ keluarbisasaan Al-Qur’an, meskipun nama-nama surahnya disusun terkesan acak dan tidak lazim, tetapi memberikan kesan alami, bagaikan hutan belantara yang tumbuhannya secara alami tanpa tersentuh sedikit pun rekayasa.
Memasuki hutan belantara dengan keunikan, keaslian, dan kealamiannya, jauh lebih menggiurkan para peneliti ketimbang sebuah taman atau hutan yang berada dalam sentuhan rekayasa manusia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.