BREAKING NEWS
 

Hari Kesehatan Sedunia 2025 Dan Asta Cita

Senin, 7 April 2025 08:19 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Tiap tanggal 7 April, dunia memperingati Hari Kesehatan Dunia atau World Health Day. Peringatan ini diawali kepu­tusan “World Health Assembly” (Majelis Kesehatan Dunia) tahun 1948 saat “World Health Organization (WHO) didirikan. 

Saat itu diputuskan untuk mulai memperingati Hari Kesehatan Dunia pada tanggal 7 April setiap tahunnya, mulai tahun 1950. 

Hingga saat ini, “World Health Assembly” tetap ­diselenggarakan setiap bulan Mei di ­Jenewa. Kecuali, ketika pandemi ­Covid-19 pada 2020. Penyelenggaraannya diundur sampai Desember dan digelar secara online. 

Ketika saya masih bertugas di Kementerian Kesehatan (Ke­menkes), setiap tahun ­saya menghadiri “World Health ­Assembly” ini sebagai Delegasi Republik Indonesia (DELRI).

Ketik saya menjadi Direktur WHO Asia Tenggara, saya hadir di “World Health Assembly” da­lam kapasitas sebagai Staf WHO. 

Saya bersyukur karena pernah bekerja di Kementerian Kese­hatan -sejak namanya masih Departemen Kesehatan- dan juga pernah bekerja di WHO. 

Jadi saya memegang status sebagai pensiun dari pegawai negeri sipil Indonesia (national civil servant) dan juga pensiun dari staf WHO (international civil servant)

Baca juga : Tips BALIK Sehat

Kembali tentang Hari Kese­hatan Sedunia, WHO didirikan dengan tujuan mulia agar semua orang, di mana pun berada, akan mendapat derajat kesehatan yang tertinggi (everyone, everywhere can attain the highest level of health)

Dalam hal ini, Hari Kesehatan Dunia diselenggarakan untuk memperingati pendirian WHO dan dipandang sebagai kesempatan menarik perhatian dunia ­untuk menyadari masalah-masalah besar kesehatan global setiap tahunnya. 

Tema Hari Kesehatan sedunia 2025 ini sangatlah prospektif, yaitu “healthy beginnings, hopeful future” atau awal yang sehat, masa depan penuh harapan. 

Kampanye yang bertajuk ini akan mendorong negara-negara dan komunitas kesehatan, harus­nya juga di negara kita, untuk meningkatkan upaya mengakhiri kematian terhindarkan ibu dan bayi baru lahir, serta memprio­ritaskan kesehatan dan kese­jah­teraan jangka panjang kaum perempuan kita. 

WHO menyatakan bahwa ibu dan keluarga di seluruh dunia membutuhkan perawatan berkualitas tinggi yang mendukung mereka secara fisik maupun emosi, baik sebelum, selama maupun sesudah persalinan. 

Adsense

Sistem kesehatan harus ber­kembang untuk menangani berbagai isu kesehatan yang berdampak pada kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Isu-isu ini tidak hanya mencakup komplikasi persalinan melainkan juga kondisi kesehatan mental, penyakit tidak menular, dan keluarga berencana. 

Baca juga : 12 Dukungan yang Diperlukan untuk Korban Gempa Myanmar

Selain itu, ibu dan keluarga perlu didukung dengan per­undang-undangan dan kebijakan yang melindungi kesehatan dan hak mereka. 

Setidaknya ada empat tujuan kampanye dalam hari Kese­hatan Sedunia 2025 ini. Pertama, meningkatkan kesadaran tentang kekurangan terkait kelang­sungan hidup ibu dan bayi baru lahir serta pentingnya mem­prioritaskan kesejahteraan jangka panjang ibu. 

Kedua, melakukan advokasi dukungan yang efektif dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi. 

Ketiga, mendorong tindakan bersama untuk mendukung orang tua serta tenaga kesehatan yang memberikan perawatan kritis. 

Keempat, memberikan informasi kesehatan yang penting terkait kehamilan, persalinan, dan masa pasca-persalinan. 

Untuk kita di Indonesia, ­Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) menjadi prioritas dalam RPJMN. Target penurunan AKI tahun 2024 sebesar 183 per 100 ribu Kelahiran Hidup. Sedangkan target penurunan AKB tahun 2024 sebesar 16 per 1.000 Kelahiran Hidup.

Kita belum tahu bagaimana angka pencapaiannya kini, tentu baik kalau diumumkan secara luas ke publik.

Baca juga : Merayakan Lebaran dengan Sehat

Di sisi lain, target SDGs 2030 adalah pencapaian AKI 70 per 100 ribu kelahiran hidup.dan target AKB 12 per 1.000 kelahiran hidup.

Upaya keras tentu perlu dilakukan dan ini akan sejalan ­dengan Asta Cita Presiden ­Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang secara jelas di poin keempat mencantumkan tentang kesehatan dan juga kaum perempuan. 

Yang bunyinya, “Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas”.

Semoga peringatan Hari Kese­hatan Sedunia 7 April 2025 hari ini menjadi momentum penting negara kita untuk meningkatkan derajat kesehatan anak bangsa sampai tingkat terbaiknya, sejalan dengan Asta Cita, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana ­Universitas YARSI
- Adjunct Professor Griffith University Australia
- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Mantan Dirjen ­Pengendalian Penyakit serta Kepala ­Balitbangkes
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang ­Edukasi dan Literasi Kesehatan ­Masyarakat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense