Dark/Light Mode

Merayakan Lebaran dengan Sehat

Minggu, 30 Maret 2025 21:23 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 31 Maret 2025 ini kita memasuki Hari Raya Idul Fitri, yang secara populer disebut Lebaran. Tentu ada aspek spiritual penting dari Idul Fitri, sesudah sebulan penuh kita menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Hari Raya ini juga diisi dengan waktu bergembira, bertemu sanak keluarga dan juga menyantap berbagai hidangan istimewa.

Bersama ini disampaikan lima pesan kesehatan agar kita dapat merayakan Lebaran dengan sehat. Termasuk untuk yang sedang berlebaran di kampung halaman.

Pertama, tentu jangan makan berlebihan. Jangan “mentang-mentang” sudah sebulan berpuasa dan “mumpung” banyak makanan maka kemudian kita jadi “balas dendam” dan makan berlebihan.

Baca juga : Waspada Rabies Di Negara Kita

Data ilmiah menunjukkan, bahwa selama bulan puasa, kita dapat mengontrol berat badan dengan baik, dan jangan sampai ini jadi “berbalik” tidak karuan dengan makan berlebihan. Mereka yang punya diabetes misalnya, bukan tidak mungkin gula darahnya jadi naik kalau makan tidak terkontrol ketika lebaran. Mereka yang dengan hipertensi, mengkonsumsi makanan asin terlalu banyak ketika lebaran juga mungkin akan mempengaruhi kesehatannya. Selain itu, makan terlalu banyak juga dapat mengganggu sistem pencernaan kita, perut kembung,  indigestion dan juga  masalah reflux gastroesofagfeal.

Kedua, sedapat mungkin hindari konsumsi berlebihan Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Demikian juga jangan terlalu banyak kue-kue manis dan atau minuman manis lainnya. Sesekali minum manis tentu saja dapat ditolerir, tetapi minum air putih juga amat dianjurkan tentunya.

Ketiga, sudah sejak lama saya selalu menganjurkan agar bulan Ramadan dijadikan momentum berhenti merokok. Nyatanya selama masa puasa, tentu para perokok tidak merokok dari sahur sampai berbuka puasa sudah berhasil berhenti merokok, dan saya selalu menganjurkan untuk di sore dan malam harinya juga jangan merokok. Nah, akan baik kalau hari baik Idul Fitri dijadikan momentum perayaan juga karena dapat berhenti merokok selamanya. 

Baca juga : Tentang HKU5-CoV2 dan Kekhawatiran Pandemi Kembali

Keempat, untuk yang punya penyakit kronik dan harus konsumsi obat rutin, jangan lupa obatnya diminum sesuai aturan. Bahkan bukan tidak mungkin obat-obat tertentu mungkin perlu penyesuaian dosis karena konsumsi makanan yang tidak terkontrol baik. 

Untuk mereka yang mudik dan sudah tiba di kampung halaman, ada tiga pesan kesehatan juga. Pertama, begitu tiba di kampung halaman, sesudah berjam-jam lelah diperjalanan, sebaiknya istirahat dahulu. Jangan begitu tiba di kampung maka langsung jalan-jalan. Masih ada beberapa hari di kampung halaman. Ada baiknya istirahat agar badan pulih dan setelah itu silahkan beraktivitas.

Kedua, bagi yang ingin berwisata di hari libur panjang ini, tentu perlu antisipasi penuhnya obyek wisata dan pusat perbelanjaan. Untuk ini akan baik kalau mungkin memilih waktu yang tidak sedang puncak-puncaknya penuhnya.

Baca juga : Desa Wisata Kita Juga Bisa Jadi UNESCO Heritage

Ketiga, waktu istirahat dan tidur juga harus tetap terjaga baik. Misalnya jangan jadi begadang berkepanjangan karena sudah lama tidak ketemu teman dan kerabat di kampung halaman.

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Adjunct Professor Griffith University Australia, mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes, penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.