Tausiah Politik
Sebelumnya
Sebagai biologist, keduanya mengakui bahwa terlalu dini ayat-ayat tersebut turun mendahului zamannya. Manusia modern baru mengetahui substansi embriologi dan proses reproduksi manusia setelah sains dan teknologi berkembang pesat yang berhasil membuat laboratorium canggih di dalam abad ke 19. Al-Qur’an pada abad ke 5 sudah menguraikan secara tepat fenomena ilmiah tersebut.
Keith Moore menyimpulkan bahwa Al-Qur’an bukan buku biasa, karena pernyataan-pernyataannya sesuai dengan temuan keilmuan modern. Ia bukan hanya mengkaji ayat tetapi sudah sampai mendalami ayat-ayat embriologi yang memang banyak ditemukan ketika Nabi menjelaskan sejumlah ayat biologi. Lihat lebih lanjut urainnya dalam: https://quranandscience.com/human/135-dr-keith-moore-confirms-embryology-in-quran.html.
Baca juga : Misteri Kilat (al-Barq) Dan Proses Nitrifikasi
Keith Moore berusaha untuk memahami bahasa Arab untuk menghayati makna sejumlah kosa kata yang digunakan di dalam QS Al-Mu’minun di atas, seperti kata: Mani (air mani), nuthfah (tetesan air mani), qarar al-makin (tempat yang sangat aman), ‘alaqah (gumpalan darah), mudhgah (gumpalan daging), ‘idham (tulang) dan lahm (daging).
Baca juga : Makhluk Cerdas Di Angkasa Luar
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Selasa, 8 April 2025 dengan judul "Keajaiban Al-Qur’an (26) Misteri Embriologi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.