Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Berawal dari mimpi Raja Mesir yang melihat: “…tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya" (QS Yusuf/12:46-47).
Nabi Yusuf yang masih meringkuk di penjara diminta untuk menakwilkan mimpi raja tersebut. Takwil Nabi Yusuf terhadap mimpi Raja ialah: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur" (QS Yusuf/12: 48-49).
Baca juga : Asas Nullun Delictum Nabi Yusuf
Nabi Yusuf memberikan takwil mimpi Raja dengan masuk akal lalu ia dibebaskan dari penjara dan diminta menjadi pejabat tinggi di istana, terutama diminta untuk mengimplementasikan konsep pascapanen sebagaimana takwil mimpinya.
Sesungguhnya, dalam konteks masyarakat modern, Nabi Yusuf bukanlah ahli takwil mimpi tetapi mungkin lebih tepat disebut sebagai ahli strategi dan perencanaan pembangunan, semacam Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) kita di Indonesia. Nabi Yusuf diberi kepercayaan penuh oleh Raja untuk merancang dan mengurus perekonomian Mesir ketika itu.
Baca juga : Epidemi dalam Kisah Raja Abrahah
Prediksi Nabi Yusuf akan terjadi masa paceklik selama tujuh tahun betul-betul terbukti. Konsep penghematan yang diserukan kepda masyarakat petani betul-betul diindahkan. Selama tujuh tahun berturut-turut masyarakat menuai panen yang luar biasa bagusnya. Saat itu Nabi Yusuf betul-betul mengingatkan masyarakat bahwa akan terjadi masa paceklik selama tujuh tahun mendatang, karena itu masyarakat harus menghemat, sehemat mungkin.
Hal yang sangat brilian disampaikan Nabi Yusuf ialah teknik penyimpanan padi atau gandum disertakan dengan bulir atau tangkainya, bukannya hanya menyimpan gabahnya saja, sebagaimana didikatakan Yusuf: "…apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan”.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.