Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Serangga kecil laba-laba (al-‘Ankabut) dipilih Tuhan menjadi salah-satu nama dari 114 surah dalam Al-Qur’an. Mengapa dengan laba-laba? Ternyata laba-laba menyimpan berbagai misteri yang amat penting bagi manusia.
Dalam sejarah Islam, laba-laba pernah menjadi faktor penting sebagai penyelamat Nabi. Bisa dibayangkan seandainya saja tidak ada laba-laba yang bergotong-royong membuat sarangnya di mulut Goa Tsaur, tempat di mana Nabi bersembunyi, maka mungkin saja pasukan elit kaum kafir Quraisy sudah menghabisi Nabi Muhammad yang sedang bersembunyi di goa sempit itu.
Baca juga : Misteri Lebah-Madu (Bagian 2)
Hanya karena ada sarang laba-laba yang utuh menutupi keseluruhan lubang goa itu maka pasukan elit tidak jadi memasuki goa itu dengan pertimbangan, mustahil ada orang masuk di dalam goa dengan keutuhan sarang laba-laba.
Mereka tidak tahu kalau laba-laba itu baru saja bergotong-royong membangun sarang menutupi pintu gua. Itu semua karena izin Allah dan sekaligus menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Baca juga : Misteri Lebah-Madu (Bagian 1)
Dipilihnya laba-laba menjadi salah satu nama surah dalam Al-Qur’an tentu ada maknanya untuk manusia. Laba-laba memiliki ratusan species. Di antaranya ada yang jinak ada yang berbahaya karena mengandung racun yang mematikan.
Laba-laba adalah salah satu jenis serangga yang memiliki keunikan, karena yang membuat sarang menurut para ahli biologi ialah jenis betina, bukan pejantan. Ini sesuai dengan redaksi yang digunakan Al-Qur’an: “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui” (QS Al-’Ankabut/ 29:41)
Kata “ittakhadzat” dalam ayat di atas adalah bentuk muannats/feminine shape, bukannya menggunakan kata “ittakhadza” dalam bentuk mudzakkar/ masculine shape. Ini menunjukkan yang membuat sarang ialah jenis betina. Pejantan tidak punya zat perekat yang bisa memintal tali temali untuk dijadikan sarang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.