BREAKING NEWS
 

Hari Asma Sedunia, Ini 5 Hal Penting Untuk Indonesia Sehat

Selasa, 6 Mei 2025 09:44 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari Selasa pertama setiap bulan Mei diperingati sebagai Hari Asma Sedunia. Artinya, pada tahun 2025 ini jatuh pada hari ini, 6 Mei 2025. Ada lima hal yang dapat disampaikan dalam rangka peringatan ini.

Pertama, data global menunjukkan bahwa setiap tahun terdapat 260 juta orang yang terdampak asma, dan bahkan penyakit ini berkaitan dengan sekitar 450 ribu kematian per tahun. 

Jadi, dampaknya jelas cukup besar, baik secara global maupun di negara kita. Belum lagi jika dilihat dari dampak lanjutan, seperti anak yang tidak masuk sekolah atau pekerja yang tidak masuk kerja, sehingga mengganggu produktivitas.

Baca juga : Suzuki Fronx Siap Gaspol, Intip Harga, Spesifikasi Dan Kapan Masuk Ke Indonesia?

Kedua, penanganan asma pada dasarnya melibatkan dua jenis obat, yaitu pencegah (controller) dan pelega (reliever). Obat pengontrol berfungsi untuk mengatasi peradangan (inflamasi) yang menjadi penyebab asma, sehingga tujuannya adalah untuk mencegah serangan. 

Sementara itu, jika serangan asma sudah terjadi karena pencegahannya tidak optimal, maka pasien perlu diberikan obat pelega, agar saluran napas yang menyempit bisa kembali melebar. Dengan begitu, keluhan sesak napas dapat mereda.

Adsense

Ketiga, karena asma merupakan penyakit paru, cara pemberian obat yang paling efektif adalah dengan menghirupnya langsung ke dalam paru-paru. Untuk itu digunakan alat yang disebut inhaler. Jadi, bentuk pengobatan terbaik untuk asma adalah menggunakan inhaler, bukan tablet, kapsul, atau sirup.

Baca juga : Hari Bidan Sedunia 2025, Ini Tema Dan 17 Ucapan Menyentuh, Cocok Untuk Medsos

Keempat, sejalan dengan hal tersebut, tema Hari Asma Sedunia 2025 adalah “Make Inhaled Treatments Accessible for ALL”. Pada kenyataannya, masih banyak pasien asma yang belum mendapatkan obat dalam bentuk inhaler, baik di tingkat global maupun di Indonesia.

Kelima, perhatian khusus perlu diberikan pada ketersediaan inhaler yang mengandung obat kortikosteroid, karena obat inilah yang berperan utama sebagai pencegah.

Pada Hari Asma Sedunia 2025 ini, saya sedang berada di New York, di penghujung musim semi, sebagaimana tampak dalam foto saya di Prospect Garden, Brooklyn, dengan latar bunga sakura. 


Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof. Tjandra Yoga Aditama di Prospect Garden, Brooklyn, Amerika Serikat. Foto: Dok Pribadi

Baca juga : Lewat Program AWE, AS Dukung Wirausaha Perempuan Indonesia


Di Amerika Serikat, bahkan diperingati Asthma Awareness Month sepanjang bulan Mei, bukan hanya pada tanggal 6 saja. Semoga kita di Indonesia juga memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pengendalian asma, yang tentu merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

Oleh: Prof. Tjandra Yoga AditamaDirektur Pascasarjana Universitas YARSI/ Adjunct Professor Griffith University, Australia, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense