Dark/Light Mode

Respons Perang Dagang Trump, Sikap Independen Indonesia Sudah Tepat

Jumat, 25 April 2025 04:28 WIB
diskusi bertema  “Prabowonomics di Era Tariff War  yang diselenggarakan GREAT Institute di Jakarta, Kamis (24/4/2025). (Foto: Dok Panitia)
diskusi bertema  “Prabowonomics di Era Tariff War  yang diselenggarakan GREAT Institute di Jakarta, Kamis (24/4/2025). (Foto: Dok Panitia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebijakan Donald Trump menaikkan tarif bagi barang yang masuk ke negaranya secara sepihak mengakibatkan dunia mengalami ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan. Kebijakan tarif tersebut juga menghantui pengambil kebijakan di Indonesia.

Direktur GREAT Institute Syahganda Nainggolan mengatakan, baik Trump maupun Xi Jinping saling mengancam Indonesia dan negara lainnya terkait upaya negosiasi. Amerika sendiri memang mensyaratkan perundingan tarif akan dilakukan jika Indonesia mengurangi hubungan dagang dengan China.

“Sikap Presiden Prabowo sudah tepat, karena ingin membahas hubungan dagang ini secara terpisah dan independen antara negara berdaulat, baik terhadap Amerika maupun China," kata Syahganda dalam diskusi bertema  “Prabowonomics di Era Tariff War"  yang diselenggarakan GREAT Institute di Jakarta, Kamis (24/4/2025).

Baca juga : BI Prediksi Perang Dagang Bikin Ekonomi Global Melambat

Diskusi ini menghadirkan, berbagai ekonom, pelaku usaha dan pemerintah seperti Dr. Ferry Joko Juliantono, Dr. Tito Sulistio, Prof. Dr. Perdana Wahyu Santosa, Prof. Dian Masyita, Phd, Dr. Poempida Hidayatullah, Dr. Edie Rizliyanto, Dr. Walneg Jas, Dr. Siswanda Sumarto, Dr. Anto Sudarto, Ahmad Noer Hidayat, M.P.P, Anthony Budiawan, Poppy Dharsono serta I Made Dana Tangkas. 

Dalam kesempatan diskusi itu seorang model dan pengusaha fasyen ternama Poppy Dharsono mengatakan, momen ini menjadi saat ini yang tepat bagi Prabowo memperkuat industri dalam negeri dan membatasi impor.

“mumpung terjadi gejala proteksionisme di  mana-mana, sebaiknya presiden mempercepat pembangunan industri kita. Batasin impor sebesar-besarnya," kata Poppy.

Baca juga : Terbang Ke Banyuasin, Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam

Mantan direktur Bursa Efek Jakarta Tito Sulistio mengingatkan, agar Prabowo tetap berhati-hati dengan Amerika. Sebab, industri keuangan kita sangat terkait dengan Amerika.

“Ya, kita harus waspada pada hubungan politik ke depan dengan Amerika. Kondisi keuangan kita sangat rentan saat ini. Jika Amerika tersinggung, mereka dapat membuat kondisi perekonomian kita memburuk," terangnya.

Ketua alumni Unpad Dr. Ferry Juliantono mengajak untuk tetap semangat merealisasikan mimpi Prabowo membangun ekonomi kerakyatan.

Baca juga : Prabowo On Track Selesaikan Paradoks Indonesia, Senyap dan Sistematis

“Marilah kita tetap semangat membantu Presiden Prabowo mewujudkan berbagai program kerakyatan seperti koperasi desa merah putih, swasembada pangan, swasembada energi dan makan bergizi gratis," tutur Ferry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.