BREAKING NEWS
 

Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (8)

Turun Ke Tahap Kedua (al-A`yan al-Tsabitah)

Jumat, 23 Mei 2025 06:12 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Al-A’yan al-Tsabitah sudah masuk di level Wahidiyyah atau apa yang disebut di atas dengan pengetahuan Tuhan (‘Ilmiyyah al-Haq). Al-A’yan al-Tsabitah masuk ke dalam “the Principle level” dan tidak akan pernah berada di dalam “the relative level”. Keberadaan al-A’yan ini merupakan hasil dari proses tajalli pertama (al-tajalli al-awwal) yang biasa juga disebut dengan emanasi awal (al-faidh al-aqdas).

Proses emanasi berikutnya, yaitu al-faidh al-muqaddas, melahirkan al-a’yan al-kharijiyyah, yaitu keberadaan yang sudah aktual, bukan lagi keberadaan potensial. Al-a’yan al-kharijiyyah inilah yang masuk ke dalam “the relative level”. Dengan kata lain, yang masuk di level aktual atau relatif hanya manifestasi (madhahir)-nya saja, bukan hakekatnya, karena hakekat al-a’yan al-karijiyyah yang tidak lain adalah al-A’yan al-Tsabitah, tetap berada di “the principle level”.

Baca juga : Manusia Dari The Top Of The Sacred

Dari sinilah nanti muncul konsep al-mumtani’at dan konsep al-mumkinat. Potensi wujud (al-a’yan al-tsabitah) yang tidak mungkin termanifestasi menjadi wujud aktual (al-a’yan al-kharijiyyah) disebut al-mumtani’at. Sebaliknya, potensi wujud (al-a’yan al-tsabitah) yang mungkin atau sudah termanifestasi menjadi wujud aktual (al-a’yan al-kharijiyyah) disebut al-mumkinat. Dalam level atau konsep al-mumtani’at tidak mungkin dijumpai adanya pertentangan dan paradoks antara satu sifat dengan sifat lainnya, misalnya antara al-Dhahir dan al-Bathin; al-Awwal dan al-Akhir, al-Jalal dan al-Jamal, karena kesemuanya itu adalah sifat dari hakekat ketuhanan (haqaiq al-Ilahiyyah/Divine Realities) yang tidak mungkin berada di dalam level aktual (al-kharijiyyat).

Sebagai entitas yang berada di level Wahidiyyat, maka al-A’yan al-Tsabitah merupakan sesuatu yang tidak terciptakan (uncreatable). Semua ciptaan (maj’ul) seperti semua jenis alam termasuk para malaikat adalah wujud yang sudah aktual (kharijiyyah), karena itu segala yang diciptakan tidak bisa disebut dengan al-A’yan al-Tsabitah.

Baca juga : Babak Awal Drama Kosmos (Bagian 2)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Jumat, 23 Mei 2025 dengan judul "Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (8) Turun Ke Tahap Kedua (al-A'yan al-Tsabitah)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense