Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan berkelanjutan atau sustainable development adalah membangun tanpa menimbulkan liability kepada anak cucu kita. Liability yang dimaksud seperti kerusakan lingkungan dampak dari pembangunan. Memasuki era Global Warming, eksplorasi sumber daya alam harus tetap memperhatikan kaidah lingkungan. Biaya kerusakan lingkungan yang timbul lebih mahal dibanding manfaat dari eksploitasi sumber daya alam tersebut.
“Seperti kerusakan lingkungan yang terjadi di Raja Ampat, Mo,” celetuk Petruk sok tahu. Romo Semar sebetulnya kurang semangat nimbrung urusan tata kelola pertambangan. Selain blue print regulasi tidak jelas, tidak konsistennya aturan memicu permasalahan dalam setiap eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam.
Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Pisang dan ubi rebus melengkapi sarapan pagi yang cerah di padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Ramayana. Di mana, keserakahan Dewi Citrawati merusak ekosistem sungai Gangga.
Baca juga : Diksi Nirempati Pandita Durna
Kocap kacarito, Prabu Arjuna Sasrabahu telah kehilangan kawaskitan menjelang akhir kepemimpinannya. Raja besar dari kerajaan Maespati ditinggal Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara kedamaian dunia. Dewa Wisnu memilih pergi karena perilaku sang raja sudah jauh menyimpang dari tatanan dan kewarasan.
Prabu Arjuna Sasrabahu tidak memikirkan lagi kesejahteraan kawula Maespati. Arjuna memilih sibuk bercengkerama dengan istri-istrinya. Segala permintaan sang istri permaisuri dipenuhi dan cenderung dimanjakan. Walaupun permintaan tersebut kadang tidak masuk akal dan menerjang aturan kerajaan.
Pada suatu hari Dewi Citrawati ingin berenang di aliran sungai Gangga tanpa ada gangguan dari mana pun. Bagi Arjuna pemali kalau dirinya tidak mampu memenuhi permintaan sang istri. Arjuna tiwikrama mengubah dirinya menjadi raksasa sebesar gunung untuk membendung aliran sungai Gangga. Arjuna jadi-jadian merebahkan dirinya di hulu sungai Gangga. Sehingga sungai Gangga meluap seperti danau.
Baca juga : Kesombongan Narayana Dalam Pamer Ilmu
Akibatnya aliran sungai Gangga terganggu. Sebagian air tidak mengalir ke persawahan dan menyebabkan gagal panen. Di sisi lain, bagian hulu sungai airnya meluap dan menyebabkan banjir bandang di mana-mana. Seperti wilayah kerajaan Alengka yang berdekatan dengan sungai Gangga terkena dampak banjir.
Prabu Rahwana marah wilayahnya diterjang banjir. Kerajaan yang selama ini tidak pernah banjir, terpaksa kawulanya mengungsi akibat luapan sungai Gangga. Rahwana membawa pasukan lengkap melabrak Arjuna Sasrabahu. Terjadilah konflik perang terbuka antara kerajaan Alengka dengan Maespati.
“Keserakahan Dewi Citrawati menyebabkan kerusakan dan konflik berkepanjangan, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Serakah merupakan bentuk lain dari nafsu yang tidak terkendali. Manusia serakah jika berkuasa dan mengelola sumber daya alam, bukan manfaat yang didapat tetapi justru kerusakan,” jawab Romo Semar sambil menghela napas panjang. “Kekayaan sejati sebuah negara bukan dilihat dari melimpahnya sumber daya alam. Tetapi bagaimana meningkatkan taraf hidup dan sumber daya manusia. Seperti bagaimana meningkatkan mutu pendidikan, menjunjung tinggi etika dan membangun karakter yang baik,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi meninggalkan Petruk. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.