BREAKING NEWS
 

Ekosistem Sungai Gangga Tercemar

Senin, 9 Juni 2025 07:55 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembangunan berke­lan­jutan atau sustainable develop­ment adalah mem­bangun tanpa menimbulkan liability kepada anak cucu kita. Liability yang dimaksud se­perti kerusa­kan lingkungan dampak dari pembangunan. Memasuki era Global ­Warming, eksplo­rasi sumber daya alam harus tetap memperhatikan kaidah lingkungan. Biaya kerusakan lingkungan yang timbul lebih mahal dibanding manfaat dari eksploitasi sumber daya alam tersebut.

“Seperti kerusakan ling­kungan yang terjadi di Raja Ampat, Mo,” celetuk Petruk sok tahu. Romo Semar se­betulnya kurang semangat nimbrung ­urusan tata kelola pertam­bangan. Selain blue print regulasi tidak jelas, tidak konsistennya aturan memicu permasalahan dalam setiap eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam.

Romo Semar mengawali pagi­nya dengan secangkir kopi pahit. Pisang dan ubi rebus melengkapi sarapan pagi yang cerah di padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Ramayana. Di mana, keserakahan Dewi Citrawati merusak ekosistem sungai Gangga.

Baca juga : Diksi Nirempati Pandita Durna

Kocap kacarito, Prabu ­Arjuna Sasrabahu telah kehilangan kawaskitan menjelang akhir kepemimpinannya. Raja besar dari kerajaan Maespati ditinggal Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara kedamaian dunia. Dewa Wisnu memilih pergi karena perilaku sang raja sudah jauh menyimpang dari tatanan dan kewarasan.

Adsense

Prabu Arjuna Sasrabahu tidak memikirkan lagi kese­jahteraan kawula Maespati. Arjuna memilih sibuk bercengkerama dengan istri-istrinya. Segala permintaan sang istri permaisuri dipenuhi dan cenderung dimanjakan. Walaupun permintaan tersebut kadang tidak masuk akal dan menerjang aturan kerajaan.

Pada suatu hari Dewi Citrawati ingin berenang di aliran sungai Gangga tanpa ada gangguan dari mana pun. Bagi Arjuna pemali kalau dirinya tidak mampu memenuhi permintaan sang istri. Arjuna tiwikrama mengubah dirinya menjadi raksasa sebesar gunung untuk membendung aliran sungai Gangga. Arjuna jadi-jadian merebahkan dirinya di hulu sungai Gangga. Sehingga sungai Gangga meluap seperti danau.

Baca juga : Kesombongan Narayana Dalam Pamer Ilmu

Akibatnya aliran sungai Gangga terganggu. Sebagian air tidak mengalir ke persawahan dan menyebabkan gagal panen. Di sisi lain, bagian hulu sungai airnya meluap dan menyebabkan banjir bandang di mana-mana. ­Seperti wilayah kerajaan Alengka yang berdekatan dengan ­sungai Gangga terkena dampak banjir.

Prabu Rahwana marah wilayahnya diterjang banjir. Kerajaan yang selama ini tidak pernah banjir, terpaksa kawula­nya mengungsi akibat ­luapan sungai Gangga. ­Rahwana membawa pasukan lengkap melabrak Arjuna Sasrabahu. Terjadilah konflik perang terbuka antara kerajaan Alengka dengan Maespati.

“Keserakahan Dewi Citra­wati menyebabkan kerusakan dan konflik berkepanjangan, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Serakah merupakan bentuk lain dari nafsu yang tidak terkendali. Manusia serakah jika berkuasa dan mengelola sumber daya alam, bukan manfaat yang didapat tetapi justru kerusakan,” jawab Romo Semar sambil menghela napas panjang. “Ke­kayaan ­sejati sebuah negara bukan ­di­lihat dari melimpah­nya sumber daya alam. Tetapi bagaimana meningkatkan taraf hidup dan sumber daya manusia. ­Seperti bagaimana meningkatkan mutu pendidikan, menjunjung tinggi etika dan membangun karakter yang baik,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi me­ninggalkan Petruk. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense