Dark/Light Mode

Kesombongan Narayana Dalam Pamer Ilmu

Senin, 26 Mei 2025 07:58 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Al Gore, mantan wakil ­presiden ke-45 Amerika ­Serikat, pernah membuat gaduh dunia dengan apa yang disebut “An Inconvenient Truth” yakni propaganda ­untuk meng­ungkap kebenaran dalam mencegah pemanasan ­global. Walau sudah mantan, Al ­Gore masih memilki ­tanggung ­jawab moral kepada masyarakat ­dengan keilmuannya. Lulusan universitas Harvard ini tidak segan keliling dunia mengedukasi masyarakat tentang bencana perubahan iklim.

“Kalau di sini justru gaduh mengungkap keabsahan ijazah, Mo,” celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar mesem tidak tertarik ikut nibrung urusan ijazah. Selain menghabiskan waktu, masih banyak permasalahan bangsa yang perlu penanganan serius. Seperti maraknya PHK dan meningkatnya angka pengangguran di berbagai daerah. Masalah pengangguran dan PHK kalau tidak segera dicarikan jalan keluar bisa menjadi beban pertumbuhan ekonomi nasional. 

Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Singkong dan pisang rebus menghangatkan pagi yang cerah di Padepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatan Romo Semar ke zaman Mahabarata. Di mana, kesombongan ­Narayana saat menuntut ilmu di padepokan Untarayana berakibat fatal.

Baca juga : Batalnya Penobatan Prabu Rama

Kocap kacarito, Begawan Padmanaba adalah brahmana sakti yang memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga ketenteraman dunia. Padmanaba turun ke Arcapada untuk ­mengawal dan membekali satria titising Wisnu dalam memberantas kebatilan. Konon Padmanaba masih kerabat dekat dengan Sanghyang Wisnu. 

Padmanaba memilih puncak gunung Untarayana sebagai basecamp tempat mendidik murid-muridnya. Salah satu murid kesayangannya adalah Narayana. Satria trah Mandura anak Prabu Basudewa, Narayana belajar kawruh dan ilmu kanuragan di padepokan Untarayana sebelum menjadi raja di Dwarawati dengan gelar Prabu Kresna. 

Narayana mewarisi ilmu dan tiga pusaka sakti dari Begawan Padmanaba. Tiga pusaka tersebut adalah Aji Balasewu, senjata panah Cakra Baskara, dan Kembang Wijayakusuma. Aji Balasewu, rapalan sakti ­untuk mengubah dirinya menjadi raksasa sebesar gunung. Cakra Baskara adalah senjata berwujud panah dengan hulu ledak roda bulat dengan delapan ketajaman. Sedangkan Kembang Wijayakusuma memiliki kesaktian dapat menghidupkan orang mati yang belum takdirnya. 

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Selasa 13 Mei, Cek Di Sini Lokasinya

Narayana sombong dengan kesaktian dan pusaka sakti yang dimilikinya. Dia merasa paling sakti di dunia dan tanpa tanding. Melihat kesom­bongan muridnya tersebut, Padmanaba kecewa. Padmanaba mengatakan bahwa sebelum Narayana, Arjuna lebih dulu berguru kepadanya. Hal ini untuk mengingatkan Narayana bahwa di atas langit masih ada langit. 

Betapa kagetnya Narayana mendengar ada murid lain selain dirinya berguru di Padepokan Untarayana. Arjuna pun memiliki pusaka lebih ampuh dibanding Narayana. Seperti ajian Malawa Bumi, Lembu Sekilan, dan Septi Angin. Narayana tidak percaya dan menyangsikan kesaktian Arjuna. Walau Arjuna lebih dulu menuntut ilmu kepada Begawan Padmanaba. 

“Keilmuan Narayana patut dipertanyakan, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Kesaktian dan kekuasaan menuntut tanggung jawab besar,” jawab Romo Semar pendek. “Dengan ilmu yang di­miliki, seseorang dapat berbuat ­banyak untuk kemaslahatan orang banyak,” papar Romo Semar. “Celakanya, ke­banyakan orang mengaku pinter tapi perilakunya tidak pener dan justru keblinger,” lanjut Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.