Dark/Light Mode

Perundungan Seksual Begawan Wisrawa

Selasa, 15 April 2025 07:36 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Niat Begawan Wisrawa da­tang ke Alengka melamar Dewi Sukesi untuk dikawin­kan ­dengan anaknya, Prabu Dana­pati. Namun begitu melihat kecantikan sekar kedaton Alengka, jebol pertahanan nafsu syahwat Wisrawa. Dewi Sukesi diembat sendiri dan hubungan terlarang pun terjadi. Perilaku menyimpang ­Wisrawa menyebabkan kutukan terhadap keturunan Alengka. 

“Mirip perilaku guru besar yang memperkosa mahasiswinya, Mo,” celetuk Petruk prihatin. Romo Semar tidak mau komentar terhadap maraknya perundungan seksual akhir-akhir ini. Peristiwa kekerasan seksual di Yogya belum berakhir, muncul pele­cehan seorang dokter terhadap pasien di rumah sakit Bandung. 

Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Penganan jadah bakar dan pisang rebus tersaji di meja makan. Ge­nangan air sisa hujan semalam masih terlihat di pekarangan Klampis Ireng. Anomali cuaca beberapa bulan terakhir ini merupakan dampak nyata pemanasan global. 

Baca juga : Rapuhnya Pertahanan Ekonomi Wirata

Kepulan asap rokok klobot membawa ingatan Romo Semar ke zaman Ramayana. Di mana, Begawan Wisrawa tersandung perundungan seksual terhadap Dewi Sukesi. 

Kocap kacarito, Prabu ­Dana­pati adalah raja Lokapala putra Begawan ­Wisrawa ­dengan Dewi Lokati. Raja ­muda memiliki watak tegas, cerdas dan pemberani. ­Dana­­pati sakti mandraguna karena memiliki Aji Rawarontek tidak bisa mati selama masih menginjak bumi. Di sisi lain, untuk urusan ­asmara, Danapati kurang bergaul dan merasa minder terhadap ­wanita. 

Maka ketika jatuh hati kepada Dewi Sukesi, Danapati minta tolong bapaknya untuk melamar pujaan hatinya tersebut. Ibarat “anak polah bapa kepradah”, orang tua memiliki tanggung jawab terhadap perkawinan anaknya.

Baca juga : Penolakan Kitab UU Jitabsara

Prabu Sumali adalah raja Alengka dan merupakan teman seperguruan Wisrawa. Begawan Wisrawa menggunakan diplomasi persahabatan untuk memuluskan keinginan Danapati. Lamaran Wisrawa tidak bertepuk tangan sebelah. Dewi Sukesi menerima dengan sukacita kedatangan Wisrawa di kedaton Alengka. 

Dewi Sukesi mengira ­Wisrawa bakal calon suami­nya. Walaupun usia Wisrawa menginjak separuh baya, namun guratan ketampanan masih terlihat jelas di wajahnya. Benih-benih cinta Dewi Sukesi terhadap Wisrawa tidak terbendung lagi. Di sisi lain, Wisrawa yang tadinya tegar menghadapi gelora asmara, jatuh luluh bersimpuh di pelukan Dewi Sukesi. 

Wisrawa lupa bahwa kedatangannya ke Alengka melamar Sukesi untuk dikawinkan dengan Danapati. Namun takdir berkehendak lain, dalam sepi yang terjadi lupa diri. Sepasang sejoli tidak mampu kendalikan birahi. Akibatnya hubungan terlarang pun terjadi. 

Baca juga : Menguji Kesaktian Danantara Dan Danapati

Akibat peristiwa tersebut, kelak keturunan Wisrawa dan Sukesi terkena kutukan ­dewata. Ketiga anak ­Wisrawa berwujud raksasa, yaitu Rahwana, Kumbakarna, dan Sarpakenaka. Sedangkan satu orang berwujud satria yakni Gunawan Wibisana. Antar keturunan Wisrawa terjadi perang saudara. Yaitu Danapati melawan Rahwana. 

“Kelakuan Wisrawa ibarat pagar makan tanaman, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Seperti halnya perilaku guru besar dan dokter yang seharusnya jadi panutan. ­Mereka justru tergelincir karena tidak bisa mengendalikan birahi,” jawab Romo Semar tegas.

“Itulah akibatnya jika kemajuan teknologi tidak dibarengi dengan pemahaman moral, budaya dan agama. Maka hidupnya menjadi budak hawa nafsu. Inilah yang terjadi di masyarakat saat ini,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.