Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Terbongkarnya praktik jual beli vonis melibatkan para hakim bukan saja mencoreng wajah penegakan hukum tapi juga mengganggu iklim usaha dan investasi. Tindakan tegas pemerintah diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Indonesia.
“Setidaknya empat hakim terlibat Mo,” celetuk Petruk sok tahu. Romo Semar memilih diam sambil menghela napas panjang. Romo Semar sedang prihatin dengan kegaduhan datang silih berganti di negeri ini. Mulai kegaduhan ijazah palsu, kekerasan seksual, dan macet horror di Pelabuhan Tanjung Priok.
Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Pisang rebus dan jadah bakar tidak ketinggalan menu kelangenan padepokan Klampis Ireng. Angin pagi terasa menampar hati yang sunyi. Anomali cuaca seperti angin salah mongso terjadi belakangan ini merupakan dampak dari perubahan iklim.
Baca juga : Perundungan Seksual Begawan Wisrawa
Kepulan asap rokok klobot membawa ingatan Romo Semar ke zaman lintas Ramayana dan Mahabarata. Di mana, Rama Bargawa tegas tanpa pandang bulu dalam menegakkan keadilan.
Kocap kacarito, Rama Bargawa merupakan seorang brahmana dan pertapa sakti madraguna. Badannya tinggi besar selintas mirip Bima. Rama Bargawa selalu membawa senjata kapak besar dan busur panah sakti. Rama Bargawa merupakan anak Prabu Jamadagni dengan Dewi Renuka dari Kerajaan Kanyakawaya.
Selain sakti madraguna, Rama Bargawa terkenal tegas dalam membela kebenaran. Bargawa sangat membeci satria suka ingkar janji dan menyengsarakan rakyat. Rama Bargawa berkelana memburu satria yang memiliki tabiat menyimpang dari kebenaran.
Baca juga : Rapuhnya Pertahanan Ekonomi Wirata
Ketegasan Rama Bargawa pernah diuji ketika diperintah untuk membunuh ibunya sendiri. Dewi Renuka ketahuan selingkuh dengan Prabu Citrarata dari Kerajaan Martikawala. Citrarata bertandang ke Padepokan Dewasana. Kebetulan suasana padepokan sepi. Resi Jamadagni sedang pergi bertapa, sedangkan Dewi Renuka tinggal seorang diri.
Melihat kecantikan Dewi Renuka, Citrarata jatuh hati. Dalam keadaan sepi yang ada lupa diri, terjadilah hubungan suami istri walau keduanya tidak resmi. Walau hubungan terlarang disimpan rapat, namun perasaan tidak tenang selalu menghantui Dewi Renuka.
Jamadagni marah begitu mengetahui istrinya selingkuh dengan pria lain. Harga diri Jamadagni sebagai laki-laki hancur lebur. Jamadagni minta anaknya Rama Bargawa menghukum mati Dewi Renuka.
Baca juga : Penolakan Kitab UU Jitabsara
Rama Bargawa sempat bimbang mengeksekusi ibunya sendiri. Di sisi lain, hukum harus ditegakkan. Rama Bargawa memenggal kepala ibunya dengan kapak. Dewi Renuka tewas tersungkur di hadapan suami dan anaknya.
Resi Jamadagni puas atas ketegasan Rama Bargawa. Sebagai imbalannya, Rama Bargawa diperbolehkan minta dua permintaan kepada Resi Jamadagni. Rama Bargawa minta dua permintaan. Pertama, mohon untuk dapat menghidupkan kembali ibunya. Sedangkan permintaan kedua, Rama Bargawa diberikan kesaktian tanpa tanding dan umur panjang.
“Ketegasan Rama Bargawa perlu dicontoh, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu tidak tergantung yang bayar,” jawab Romo Semar pendek. “Hanya dengan ketegasan dan transparan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan dapat dipulihkan,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.