BREAKING NEWS
 

APLMA Dan Eliminasi Malaria 2030

Senin, 16 Juni 2025 09:19 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Malaria masih merupakan masalah kesehatan penting di kawasan Asia Pasifik. Sekitar 1 miliar penduduk di kawasan ini masih berisiko terhadap malaria, utamanya kelompok rentan dan di daerah-daerah tertentu.

Saya sedang di Nusa Dua Bali untuk megikuti “9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malarian Elimination”, yang diselenggarakan oleh APLMA dan Kementerian Kesehatan.

Saya ingat bahwa di tahun 2013, ketika saya menjabat Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, maka The Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) ini dibentuk dengan tujuan eliminasi malaria di Asia Pasifik pada tahun 2030, yang ketika itu di inisiasi awal utamanya oleh Perdana Menteri Australia.

Baca juga : Wakil Gubernur Banten Beri Kuliah Umum Di Universitas YARSI

Kita termasuk dari 22 negara APLMA ini, yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, Kamboja, China, DPR Korea, India, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Nepal, Pakistan, Papua New Guinea, Filipina , Republic of Korea, Solomon Islands, Sri Lanka, Thailand, Timor-Leste, Vanuatu dan Viet Nam. ‍

Bentuk kegiatannya adalah mekanisme regional untuk advokasi teknik, diplomasi kesehatan dan ajang pertemuan tingkat tinggi untuk membangun dan menjaga momentum untuk mencapai tujuan eliminasi malaria ini.

Adsense

Upaya APLMA berfokus pada kepemimpinan, keberlanjutan, penanganan lintas batas negara, kemitraan, data dan inklusi. APLMA juga responsif terhadap fokus dukungan di tingkat negara untuk meningkatkan perhatian dan visibiltas terhadap malaria dan dukungan pada perubahan kebijakan, serta akses pemerintah terhadap pendekatan inovatif untuk mengakhiri malaria.

Baca juga : Nimbus, Varian Terbaru Covid-19

APLMA juga membawahi Asia Pacific Malaria Elimination Network (APMEN), suat jejaring kemitraan dengan negara, program pengendalian malaria nasiona, institut riset dan masyarakat madani untuk menghasilkan bukti ilmiah lokal dan peningkatan kapasitas.

Semoga pertemuan Malaria penting di Bali pertengahan Juni ini menjadi "booster" bagi eliminasi Malaria di Asia Pasifik dan juga di negara kita.

Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI

Baca juga : Lima Langkah India Dalam Hadapi Peningkatan Kasus Covid-19

Adjunct Professor Griffith University Australia

Mantan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense