Tausiah Politik
Sebelumnya
Pada saat bersamaan, pemerintah Saudi Arabia meminta kepastian berapa jumlah hewan yang diperlukan oleh jamaah haji Indonesia. Ini sangat penting karena bagi pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, seperti yang dijelaskan Menteri Haji dan Umrah kepada saya selaku Amirul Haj, tidak gampang menghadirkan hewan ternak dalam jumlah besar dari Afrika.
Ia menjelaskan kesulitan mengumpulkan hewan ternak dalam jumlah besar di sana. Belum lagi pengangkutannya, persiapan makanan ternaknya setelah sampai di kota Mekkah, ditambah lagi adanya peraturan karantina di Saudi Arabia bagi hewan inpor, ditambah lagi kandang, dan pelaksanaan penyembelihan, termasuk pendistribusiannya ke negara-negara yang dituju yang semuanya itu mendatangkan biaya tersendiri dari pemerintah Saudi Arabia.
Baca juga : Mengurai Masalah Dam (Bagian 1)
Sehubungan dengan itu, pemerintah Kerajaan Saudi Arabiah mempersilahkan jika ada jamaah haji yang akan melaksanakan Dam di negerinya masing-masing.
Atas dasar pertimbangan tersebut maka sejumlah negara, termasuk Mesir, Majlis Fatwa (Dar al-Ifta’) mengeluarkan fatwa membolehkan jamaah menyembelih hewan Dam di negerinya masing-masing. Negera-negara lain juga sudah lama melaksanakan penyembelihan Dam mereka di negerinya masing-masing.
Baca juga : Haji Masa Depan: Meninjau Sistem Transportasi
Bagaimana dengan jamaah haji Indonesia? Kita tunggu “Qaul Jadid” dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebuah Lembaga yang paling otoritatif memberi fatwa keagamaan Islam di Indonesia. Tentu kita harus menghitung, berapa banyak jamaah haji tidak bisa melaksanakan Dam kalau harus dilaksanakan di kota Mekkah karena kesulitan-kesulitan tadi.
Jika MUI mengizinkan dengan pertimbangan prinsip dan teknis jamaah haji Indonesia biasa melaksanakan Dam di Tanah Air Indonesia, maka kurang lebih 200.000 kambing akan disembelih di Indonesia. Hal ini, selain memudahkan jamaah haji melaksanakan Dam, juga akan memberikan keuntungan ganda luar biasa kepada masyarakat Indonesia. Allahu A’lam.
Baca juga : Haji Masa Depan: Meninjau Konsep Istitha`ah
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 8 Juli 2025 dengan judul "Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (49) Mengurai Masalah Dam (Bagian 2)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.