Dark/Light Mode

Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (47)

Haji Masa Depan: Meninjau Sistem Transportasi

Sabtu, 5 Juli 2025 06:04 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu tantangan paling berat diatasi pada musim haji ialah faktor transportasi. Baik saat keberangkatan, maupun kepulangan dari negeri ma­sing-masing calon jamaah.

Apakah itu pesawat, kapal, kendaraan darat, atau kendaraan lainnya. Yang paling krusial ialah kendaraan darat (bus) yang bolak-balik menjemput dan menurunkan (taraddudi) jamaah haji dari hotel ke Arafah, dari Arafah ke Musdalifa, dari Musdalifah ke Mina, dan dari Mina kembali ke hotel.

Baca juga : Haji Masa Depan: Meninjau Konsep Istitha`ah

Pemerintah Saudi Arabia harus menyediakan puluhan ribu bus dengan supir dan kondektur untuk me­layani seluruh jamaah dalam waktu bersamaan di tempat yang terbatas dan jalan raya yang sama.

Begitu besarnya jamaah haji dari tahun ke tahun sementara jalanan tidak bertambah dan tempatnya pun terbatas secara syar’i, maka bisa dibayangkan betapa rumitnya mengatur kendaraan saat itu. Satu saja kendaraan macet atau mogok, akan berdampak terha­dap antrian kendaraan yang begitu padat di belakangnya.

Baca juga : Menunggu Peran IPHI

Konsep kendaraan jamaah haji terus diperbaharui setiap tahunnya oleh pemerintah Saudi Arabia. Di antaranya, selain kendaraan calon jamaah haji dan kendaraan petugas, tidak diizinkan beroperasi di kota suci Mekkah, termasuk kendaraan diplomat. Warga kota Mekkah sendiri pun tidak diperkenankan mondar mandir di jalan raya tanpa menggunakan tanda pengenalan khusus.

Para pengunjung ke tanah suci Mekkah selain tujuan berhaji tidak diperkenankan masuk ke kota Mekkah. Bahkan warga negara Saudi Arabia sendiri harus menggunakan tanda pengenal khusus untuk masuk ke alamat rumah mereka. Tidak heran jika banyak sekali warga kota Mekkah keluar negeri di musim haji.

Baca juga : Mimpi Berjumpa Rasulullah

Kini pemerintah Saudi Arabia mulai memperkenalkan kereta api sebagai pengganti mobil (bus) untuk memperlancar sekaligus mengurangi polusi kota Mekkah di musim haji.

Kelihatannya di masa depan kereta api akan menjadi solusi alternatif Hanya saja tentu memaksa para penggunanya untuk berjalan kaki lumayan jauh ke kemah masing-masing dan ke tempat pelemparan (jamarat).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.