Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Tidak pernah ada yang menyangka dunia Arab menjadi trend setter peradaban baru pada awal abad ke-6 Masehi. Di sebelah timur ada imperium Persia yang sangat besar dan di sebelah baratnya ada imperium Romawi yang amat tangguh.
Dunia Arab saat itu sama sekali tidak ada apa-apanya dibanding kedua negara adidaya tersebut. Akan tetapi, dalam perjalanan sejarah selalu terjadi kejutan. Dunia Arab tanpa harus menunggu waktu terlalu lama, di bawah figur kepemimpinan Nabi Muhammad sebagai The Best Leader dan The Best Manager, kedua negara adidaya tetangganya mampu ditaklukkan.
Dunia kemanusiaan berutang budi kepada peradaban Islam. Kehadiran Islam yang ditandai tampilnya Nabi Muhammad, dengan seperangkat wahyu yang diterimanya dari Tuhan, dalam abad keenam betul-betul mengubah jalannya sejarah kemanusiaan. Jazirah Arab tempat persemaian awal Islam sama sekali tidak diperhitungkan sebelumnya oleh pusat-pusat adidaya pada zamannya.
Baca juga : Bagaimana Melaksanakan Dam?
Bentangan luas 3.000 x 2.000 km sama sekali tidak pernah menggiurkan Romawi Bizantium di Barat dan Persia di Timur. Selain tanahnya yang tandus dan kering, penduduknya pun tidak menunjukkan kelebihan apa-apa. Penghuni Jazirah Arab tidak lebih hanya kabilah-kabilah yang sering kelaparan dan selalu dibayangi perang antarkabilah yang dipicu oleh wadi (oase).
Ternyata, di gurun pasir tandus ini terlahir seorang anak yatim bernama Muhammad yang kemudian dikenal sebagai Nabi dan Rasul. Nabi Muhammad sepintas terlahir sebagai manusia biasa dari keluarga yang biasa-biasa.
Namun, sepak terjang Nabi Muhammad betul-betul menakjubkan. Tidak pernah ditemukan sosok tokoh dengan gagasan dan misi yang diembannya dianut oleh separuh belahan bumi.
Baca juga : Mengurai Masalah Dam (Bagian 2)
Meskipun hidupnya termasuk singkat, namun Ia berhasil menancapkan peradaban Islam yang betul-betul fantastik. Paruh pertama kehidupannya dihabiskan di Makkah dan paruh kedua dihabiskan di Madinah.
Pertama kali Ia menerima ajaran Islam di Makkah, ditandai turunnya Al-Qur’an berisi ajaran-ajaran aqidah. Paruh kedua hidupnya dihabiskan di Madinah setelah Beliau betul-betul matang secara biologis dan psikologis.
Popularitas dan pengaruh Nabi Muhammad semakin tak terbendung. Bukan hanya Ia sebagai Nabi dan Rasul, tetapi juga sebagai tokoh politik yang memiliki pengaruh sedemikian kuat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.