Dark/Light Mode

Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (45)

Menunggu Peran IPHI

Kamis, 3 Juli 2025 06:16 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) diharapkan berperan besar dalam pembinaan jamaah haji agar para hujjaj tetap memelihara dan mempertahankan kemabruran haji mereka. Merupakan suatu keajaiban jika ada jamaah haji Indonesia yang bisa berulang melakukan ibadah tersebut secara normal, karena begitu panjang daftar tunggunya. Di Sulawesi Selatan, misalnya sampai menghampiri 50 tahun lamanya.

Haji bukan hanya rukun Islam tetapi juga memiliki sejumlah fungsi di dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, perjalanan haji bukan hanya perjalanan biasa.

Perjalanan haji merupakan spiritual journey yang tidak akan pernah dilupakan setiap hujjaj. Bukan saja demi mempertahankan kesucian dan kemabruran haji tetapi terlalu banyak pengalaman batin yang dialami di tanah suci, yang tidak akan pernah dialami di tempat lain.

Baca juga : Mimpi Berjumpa Rasulullah

Mungkin setiap orang merasa tidak pernah menempuh perjalanan emosional selain ibadah haji dan umrah. Itulah sebabnya banyak hujjaj yang mengabadikan gelar Haji di depan namanya. Banyak di antara para hujjaj meninggalkan peci hitam lalu diganti peci putih yang lebih dikenal dengan peci haji.

Sementara hujjaj dari kalangan perempuan juga menggunakan kerudung spesifik kerudung haji, yang tidak lazim digunakan oleh orang yang belum pernah haji.

Para hujjaj di Indonesia amat dahsyat. Bukan saja dari segi jumlah tetapi juga potensi strategis yang dimilikinya. Hampir semua hujjaj sekaligus tokoh kunci (key persons) di dalam masyarakat. Seluruh lapisan masyarakat menjadi anggotanya. Susasan batin dan emosional ini seharusnya mampu menjadikan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), sebagai wadah tunggal para “alumni” haji menjadi lebih eksis dan lebih berpengaruh. Tak terbayang jumlahnya para alumni haji di Indonesia.

Baca juga : Fenomena Haji Kultural

Jika IPHI disentuh dengan manajmen modern maka pasti wadah ini akan menjadi wadah yang sangat diperhitungkan, karena bukan hanya jumlahnya yang amat besar tetapi juga terdiri atas seluruh lapisan masyakarakat.

Anggotanya seluruh kelompok umur, seluruh jenis pekerjaan, misalnya dari Pegawai Negeri Sipil, Tentara, Polisi, pengusaha, pelajar dan mahasiswa, pengusaha, petani, nelayan dan pembantu Rumah tangga. Tegasnya, dari tukang becak sampai kepala negara.

Budaya Indonesia menempatkan para hujjaj sebagai kelompok elit di masyarakat. Ketokohan para hujjaj bukan hanya dalam soal ekonomi yang terbukti mampu menyiapkan dana tidak sedikit untuk menunaikan ibadah haji, tetapi juga sekaligus sebagai tokoh agama, tokoh budaya dan tokoh politik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.