Sebelumnya
Memang, membangun negara dari desa bukan perkara mudah. Masih banyak tantangan yang harus diatasi. Korupsi di tingkat lokal, dominasi elite desa, rendahnya kapasitas birokrasi desa, dan lemahnya literasi digital menjadi penghambat nyata. Di sisi lain, banyak program pemerintah yang bersifat top-down, seragam, dan tidak mempertimbangkan konteks lokal. Hal ini membuat program pembangunan kurang tepat sasaran dan tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu pendekatan baru yang partisipatif, inovatif, dan kolaboratif.
Musyawarah desa harus menjadi ruang otentik untuk menyusun rencana pembangunan, bukan hanya sekadar formalitas. Dana desa harus dikelola secara transparan dan produktif, bukan sekadar dihabiskan untuk infrastruktur yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan. Pendidikan dan pelatihan bagi aparatur desa juga harus ditingkatkan, agar tata kelola pembangunan menjadi lebih profesional dan akuntabel.
Baca juga : Revitalisasi Pancasila Memperkukuh Ideologi Dalam Sistem Pendidikan Nasional
Pemerintah pusat dan daerah tidak bisa bekerja sendiri. Akademisi, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan media harus terlibat aktif dalam membangun kapasitas desa. Universitas bisa menjadikan desa sebagai laboratorium hidup bagi riset terapan dan pengabdian masyarakat. Lembaga swadaya masyarakat dapat membantu dalam pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan di desa. Dunia usaha juga bisa membangun kemitraan bisnis berbasis keberlanjutan dengan desa-desa penghasil komoditas unggulan.
Dengan sinergi berbagai pihak, desa tidak akan lagi menjadi beban, melainkan menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Maka membangun NKRI dari desa adalah proyek kebangsaan jangka panjang. Ia bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi pembangunan peradaban. Ia bukan hanya soal membangun jalan, tetapi membangun harapan.
Baca juga : Geostrategi Sekolah Rakyat: Memperkuat Karakter Bangsa Dan Ideologi Pancasila
Ketika desa tumbuh dengan nilai, daya, dan martabatnya sendiri, maka Indonesia pun akan berdiri lebih kokoh. Indonesia Raya bukanlah mimpi utopis jika kita mau memulainya dari bawah—dari desa. Dalam kerangka Asta Cita dan semangat keadilan sosial, membangun negara dari desa adalah bentuk paling nyata dari pengamalan Pancasila. Ia adalah cara kita menjaga NKRI tetap utuh, merdeka, dan bermartabat.
Harusnya Indonesia tidak semata-mata dibangun dari gedung-gedung pencakar langit, tetapi dari sawah, ladang, sungai, dan hutan yang ada di desa. Di situlah sesungguhnya Indonesia berada. Maka dari desa, kita bangun NKRI untuk Indonesia Raya.
Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Gubernur Lemhannas RI (2001-2005) dan Direktur Jenderal Sosial Politik Depdagri RI (1998-2000). Dewan Pakar BPIP RI Bidang Geopolitik dan Geostrategi Manajemen Pemerintahan. Ketua Dewan Pembina Center for Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia (CGSI).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.