Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Geostrategi Sekolah Rakyat: Memperkuat Karakter Bangsa Dan Ideologi Pancasila
Kamis, 17 Juli 2025 07:48 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, pembangunan karakter nasional selalu menjadi fondasi utama yang menopang ketahanan sosial, politik, dan budaya. Karakter bangsa bukan sekadar kumpulan perilaku individual, melainkan refleksi nilai-nilai kolektif yang lahir dari sejarah, perjuangan, dan cita-cita bersama. Di tengah era disrupsi informasi, globalisasi budaya, dan fragmentasi sosial akibat teknologi digital, pembangunan karakter bangsa menghadapi tantangan yang kompleks. Indonesia sebagai negara majemuk membutuhkan pendekatan baru yang lebih menyentuh akar masyarakat.
Di sinilah Sekolah Rakyat hadir sebagai medium strategis yang tak hanya membentuk kualitas sumber daya manusia, tetapi juga sebagai pilar pertahanan ideologi Pancasila secara praktis dan strategis. Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pendidikan berbasis komunitas, melainkan bagian dari geostrategi nasional yang menempatkan ideologi sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan global. Geostrategi Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas, kaya sumber daya, dan terletak di jalur silang dunia, menuntut penguatan dari dalam—yaitu ketahanan nasional yang berbasis karakter dan ideologi.
Dalam kondisi begini, kekuatan militer atau ekonomi saja tidak cukup. Diperlukan ketangguhan ideologi yang hidup dalam perilaku, pikiran, dan kebijakan warga negaranya. Pancasila sebagai dasar negara bukan hanya dokumen konstitusional, melainkan kekuatan integratif yang harus dibumikan melalui pendidikan karakter yang sistematis, adaptif, dan merakyat. Sekolah Rakyat menjadi salah satu jawaban konkret atas kebutuhan tersebut.
Pentingnya ideologi Pancasila sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa tidak dapat dilepaskan dari sejarah pembentukannya. Pancasila lahir dari proses dialog dan konsensus para pendiri bangsa yang mewakili keberagaman agama, etnis, dan latar belakang sosial. Oleh karena itu, Pancasila bersifat inklusif, humanis, dan relevan lintas zaman. Nilai-nilai luhur ini tidak akan efektif jika hanya tersimpan dalam dokumen formal atau dijadikan slogan politik. Ia harus diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan dasar hingga kesadaran publik di tingkat komunitas.
Baca juga : Trust Ke Fundamental, Analis Kompak Rekomendasikan Saham BBRI
Sekolah Rakyat dalam hal ini berfungsi sebagai ruang pembelajaran hidup—sebuah forum dialog, diskusi, dan praktik nilai kebangsaan yang dihidupkan oleh rakyat sendiri di lingkup yang paling dekat dengan realitas mereka. Di tengah derasnya pengaruh ideologi asing yang menyusup melalui media sosial, budaya populer, dan platform digital global, kekuatan ideologi Pancasila sering kali terkikis secara perlahan.
Budaya individualisme, konsumtivisme ekstrem, dan intoleransi adalah bentuk-bentuk infiltrasi nilai yang berlawanan dengan semangat Pancasila. Tanpa benteng ideologis yang kuat, masyarakat mudah terpolarisasi dan kehilangan orientasi kebangsaan. Maka dari itu, Sekolah Rakyat sebagai institusi memainkan peran penting dalam membangun “resilience from below”—yakni ketahanan nilai dan karakter yang dimulai dari keluarga, desa, dan komunitas lokal. Ia menjadi filter budaya, pusat klarifikasi informasi, dan wahana pemulihan kesadaran kebangsaan.
Baca juga : Kapolri Tanam Jagung Bercaping Gunung
Contoh nyata dari implementasi pendidikan karakter dan ideologi Pancasila dapat ditemukan di SMA Plus Astha Hannas Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia, di Subang, Jawa Barat. Sekolah ini menerapkan sistem pendidikan yang mengintegrasikan pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan (JARLATSUH), yang mencerminkan perwujudan tanggung jawab pendidikan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan kehidupan bangsa. Dengan pendekatan ini, SMA Plus Astha Hannas berhasil membentuk kepribadian siswa yang unggul dalam rangka pembangunan bangsa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya