BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (44)

Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia

Jumat, 26 September 2025 05:54 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Alkimia yang lebih berfokus kepada transformasi jiwa dan spiritual melalui penafsiran kualitas-kualitatif-simbolik terhadap fenomena perubahan alam. Sedangkan Kimia lebih fokus kepada proses dan transformasi material seperti zat-zat dalam satu keadaan ke keadaan berbeda.

Alkimia dan Kimia sesungguhnya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan bagi seorang Jabir ibn Hayyan, karena selain sebagai sufi, ia juga praktisi ilmu-ilmu empiris.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Dari Alkimia Ke Kimia

Di siang hari, habis waktunya melakukan eksperimen di laboratoriumnya. Sedangkan di malam hari ia menghabiskan waktunya untuk bertakhannus dan bermeditasi, untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah SWT.

Kontemplasi dalam salat lail menghasilkan pengetahuan besar bahwa untuk mencapai kebeningan, kesucian, dan kemurnian jiwa diperlukan penempaan dan perjuangan yang biasa disebut dalam bahasa tasawuf dengan riyadhah dan mujahadah.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Ilmu Kimia

Riyadhah dan mujahadah adalah perjuangan secara kontemplatif dengan melibatkan jiwa dan segenap unsur spiritual yang dimiliki untuk mendekatkan diri sampai mencapai puncak kedekatan, yaitu rasa menyatu dengan Tuhan.

Siapa pun yang sudah sampai di maqam puncak itu, pasti ia sudah pernah merasa melewati tahap perjuangan. Dengan kata lain, transformasi spiritual dari kualitas standar sampai kepada kualitas yang lebih baik, pasti memerlukan proses. Dan proses ini harus dilewati. Semakin tinggi kualitas yang diinginkan, semakin kuat pula perjuangan yang harus dilewati. Inilah yang disebut dengan proses Alkimia.

Adsense

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Bapak Ilmu Kimia

Sehari-hari, Jabir ibn Hayyan terus bereksperimen untuk melakukan transformasi sebuah objek, semisal sebuah batu. Untuk diproses menjadi batu permata, sebuah logam diproses menjadi logam mulia, kumpulan berbagai zat lalu disintesakan, kemudian membentuk zat lain dengan berbagai macam fungsinya.

Jabir melakukan eksperimen logam, kristalisasi, pembuatan timah karbonat, penemuan sifat-sifat pertentangan antara sulphur dan air raksa, di dalam laboratorium yang pengap, lalu terciptalah kreasi-kreasi menakjubkan. Ini semua dilakukan melalui proses kimia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense