Tausiah Politik
Sebelumnya
Teknologi kompas sesungguhnya sudah ditemukan dalam bentuk lebih kecil dan mobile yang digunakan, untuk penentuan arah kiblat bagi umat Islam setiap kali membangun masjid atau mushala. Umat Islam sejak abad pertengahan sudah menggunakan peralatan canggih selain bayangan matahari di dalam penentuan arah kiblat. Kelemahan bayangan matahari seringkali tertutup dengan awan atau tidak bisa digunakan di malam hari. Akan tetapi kompas bisa membantu umat Islam 24 jam di dalam menentukan arah kiblatnya. Bagi umat Islam, penentuan arah kiblat sangat urgen karena menyangkut kredibilitas salat yang harus menghadap ke kiblat.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Perintis Ilmu Kalkulus
Dengan demikian, kompas dan navigasi tidak bisa dipisahkan dengan umat Islam. Pertama sebagai pedoman penentuan arah kiblat, kedua untuk membantu karakter dunia Islam yang sangat kental dengan pola hidup mobile sebagai saudagar. Kompas digunakan di dalam padang pasir untuk menentukan lokasi tujuan dan di laut digunakan untuk nelayan dan para saudagar yang terus mobile mencari rezeki yang halal dan sekaligus berdakwah.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Perintis Geologi Dan Geografi
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 1 Oktober 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (49) Karya Peradaban Islam: Kompas Dan Navigasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.