Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (48)

Karya Peradaban Islam: Perintis Ilmu Kalkulus

Selasa, 30 September 2025 06:00 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbicara tentang Ilmu Kalkulus, tidak bisa kita melupakan buku master piece Muhammad bin Musa al-Khwārizmī ialah Al-Kitab al- Mukhtashar fi Hisab al-Jabr wa al- Muqabalah (Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan).

Buku ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Terjemahan pertama ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12. Sampai sekarang karya-karya Al-Khawarizmi masih menghiasi perpustakaan sejumlah universitas terkemuka di Eropa dan Amerika.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Perintis Geologi Dan Geografi

Karena kepintarannya, maka ia pernah ditunjuk menjadi kepala atau pemimpin konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun. Ia juga aktif di dalam proyek penentukan tata-letak bumi, bersama 70 ahli geografi lain untuk membuat peta dunia.

Hasil-hasil karya proyek yang ditanganinya sangat berjasa di dalam peletakan pengembangan sains dan teknologi di Eropa. Sayang ketika itu belum dikenal hak paten, sehingga sulit melacak berapa karya-karya beliau yang diimitasi di Eropa.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Antara Astronomi Dan Astrologi

Karya-karyanya banyak menginspirasi para ilmuan Eropa di dalam dunia sains, khususnya Fisika.

Pada masa kejayaan Islam, terutama di masa pemerintahan Al-Ma’mun, terdapat sejumlah ilmuan asing, khususnya dari Yunani dengan berbagai latar belakang agama, yang belajar, magang, atau joint research ke lembaga yang dipimpin Al-Khawarizmi. Di antaranya ialah Brahmagupta (598-660) dan Arya-Bhata (475-550). Brahmagupta adalah se orang astronom yang banyak menemukan ciri-ciri untuk luas dan volume benda padat. Sedangkan Arya-Bhata adalah seorang ilmuwan yang menciptakan tabel sinus (rasiorasio istimewa) dan mengembangkan sebuah bentuk Aljabar sinkopasi seperti sistem yang dibuat Diophantus. Bahkan ilmuan besar Inggeris, Isaac Newton (1642-17 27), yang dikenal dengan teori Gravitasi Newton, sesungguhnya banyak diinspirasi oleh Al-Khawarizmi.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Kimiya al-Sa’adah

Aljabar yang di dunia Barat lebih dikenal dengan Algebra betul-betul membawa perubahan besar dalam dunia ilmu hitung. Jika saja AlKhawarizmi baru lahir di abad ini, sudah pasti mendapatkan hadiah Nobel (Nobel Price) mengingat dahsyatnya penemuan beliau.

Aljabar sebagai cabang matematika yang mempelajari struktur, hubungan dan kuantitas, lebih disederhanakan oleh AlKhawarizmi dengan menggunakan simbol yang sebelumnya berupa huruf atau angka, untuk merepresentasikan bilangan secara umum. Contoh praktisnya: simbol x mewakili bilangan yang diketahui dan y bilangan yang ingin diketahui. Jika si Ahmad mempunyai x pulpen dan Siti mempunyai 3 buku lebih banyak daripada Ahmad, maka dalam Aljabar, buku Siti dapat ditulis sebagai y = x + 3. Dengan menggunakan Aljabar, dapat memudahkan kita untuk mempelajari pola aturan aturan bilangan umumnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.