Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Kemarin 28 Januari 2026, Singapura baru mengumumkan enam langkah awal sehubungan antisipasi kasus penyakit akibat Virus Nipah di West Bengal–India.
Pertama, badan penanggulangan penyakit menular (“Communicable Diseases Agency – CDA”) pda 28 Januari 2026 kemarin mengumunkan bahwa akan melakukan skrining temperatur di bandara Changi bagi pendatang dari daerah terjangkit.
Kedua, pemerintah Singapura meminta para dokter dan laboratorium di negaranya untuk segera melaporkan “Communicable Diseases Agency – CDA” kalau ada kasus suspek atau terkonfirmaasi virus Nipah ini.
Baca juga : Penyakit Virus Nipah
Ketiga, “Communicable Diseases Agency–CDA” sudah meminta kewaspadaan dari rumah sakit dan Instalasi Gawat Darurat tentang kemungkinan pasien dengan riwayat kunjungan ke West Bengal yang datang dengan gejala yang serupa dengan infeksi virus Nipah ini.
Keempat, penyuluhan kesehatan akan diberikan pada bandara pintu masuk (points of entry) Singapura. Mereka yang datang ke Singapura akan diminta segera menghubungi petugas kesehatan kalau ada gangguan kesehatan sesudah bepergian ini, dan meraka yang akan ke liar Sigapura akan diberikan informasi untuk kehati-hatian
Kelima, Kementerian Tenaga Kerja (“Ministry of Manpower -MOM” Singapura akan meningkatkan surveilans pada pekerja migran yang baru datang dari Asia Selatan.
Baca juga : Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, DAIKIN Integrasikan Layanan Purna Jual
Keenam, “Communicable Diseases Agency–CDA” akan terus berkoordinasi dengan penanggung jawab pengendalian penyakit menular di Asia Selatan untuk memonitor ketat perkembangan situasi yang ada.
Keenam upaya kesehatan masyarakat Singapura yang baru diumumkan kemarin 28 Januari 2026 menunjukkan upaya keras untuk melindungi warga dan rakyat Singapura.
Enam langkah Singapura ini, dan juga tiga langkah Thailand (skrining di bandara, kesiapan rumah sakit dan pendekatan Satu Kesehatan–“One Health”) dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk di negara kita juga tentunya.
Baca juga : Meramu Surfaktan demi Menjaga Denyut Produksi Rokan
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Australia.
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes.
Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat.
Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024.
PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.